• 27 September 2020

Channa Marulioides di Mata Pehobi

uploads/news/2020/09/channa-marulioides-di-mata-33901c0169fef72.jpg
SHARE SOSMED

Sebenarnya ikan ini tidak terlalu 'ribet' dengan pakan, baik itu pakan hidup atau pakan mati.

BOGOR - Dunia ikan hias air tawar sepertinya tak ada habisnya untuk dibicarakan.

Dalam perkembangan, terus menarik perhatian terutama di kalangan pehobinya. 

Setelah pasang surutnya louhan, stabilnya arwana, dan meroketnya cupang dengan beragam warna dan coraknya, kini ikan hias gabus atau channa mulai menunjukan pesonanya di mata pehobi.

Baca juga: Melirik Pesona Avatar Vampire

Erick, salah satu pemelihara channa marulioides mengatakan, spesies dari gabus ini merupakan predator ikan air tawar.

Selain tersebar di perairan Indonesia, ia juga ada negara-negara di Asia Tenggara lainnya.

Menurutnya, ikan yang memiliki kepala mirip ular (sehingga dinamai snakehead) tersebut, tidak terlalu 'manja' dengan mekanisme perawatannya.

Namun, ikan ini nyaman hidup di suhu akuarium cenderung dingin atau lembap. 

"Dia nyaman hidup di suhu akuarium berkisar antara 22 sampai 30 derajat celsius, dengan tingkat pH 6.0 sampai 8.0, dan kesadahan 36 sampai 268 ppm," ujar warga Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat itu, belum lama ini.

Para pehobi atau kolektor ikan ini, lanjutnya, biasanya memberikan sentuhan perairan rawa atau hutan bakau dengan menambahkan berbagai tanaman.

Seperti, ranting atau fosil kayu, tanaman sirih gading atau eceng gondok dan daun ketapang demi melarutkan zat tanin (kuning kecoklatan) yang terkandung di dalamnya. 

Cara itu merupakan proses stimulus warna untuk gabus dan nuansa yang tercipta di tank tersebut, lebih dikenal dengan biotope.

Namun, nuansa biotope tersebut, sambung Erick, tak lain sebagai anti stres agar ikan merasa hidup di alam bebas. 

"Nah, dengan kondisi yang nyaman itulah ciri khasnya muncul dengan warna kombinasi antara hitam, kuning dengan corak bunga teratainya, dan beragam warna lain untuk jenis lainnya," imbuh pria awalnya pehobi cupang ini.

Selain sentuhan biotope, masih kata Erick, pemasangan lampu juga perlu dilakukan untuk menambah estetika guna melengkapi sentuhan biotope.

Lampu yang digunakan bisa berupa lampu UV. 

Ia juga membagikan tips pemberian pakan.

Seperti diketahui ikan yang juga dikenal sebagai gabus emperor ini merupakan karnivora pemakan ikan-ikan kecil, seperti ikan molly, lele, cere, dan lainnya. 

"Sebenarnya ikan ini tidak terlalu 'ribet' dengan pakan, baik itu pakan hidup atau pakan mati. Namun disarankan pehobi memberinya makanan berupa ikan hidup, agar naluri berburu dari ikan channa marulioides ini diuji dan dilatih. Sehingga insting dan predikat di alam sebagai predator tidak tumpul," ujarnya.

Baca juga: Cara Menghindari Ikan Cupang Cacat

Ia juga menjelaskan, channa maruliodides yang memiliki nilai komersil tinggi di pasaran ini, terbilang merupakan ikan yang tak mudah terserang penyakit. 

"Serta yang paling utama yaitu ikan ini terbilang kebal dari penyakit yang mudah menyerang ikan-ikan pada umumnya, seperti velvet, fin root, stress, dan dropsy yang menjadi momok bagi para pecinta dunia air tawar," pungkasnya.

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App