• 28 September 2021

Potensi Menjanjikan Ikan Bawal

uploads/news/2019/10/potensi-menjanjikan-ikan-bawal-902393fb2db6ccc.jpg
SHARE SOSMED

Perawatan yang mudah dan permintaan pasar yang besar menjadi peluang bagi petani ikan bawal.

YOGYAKARTA - Ikan bawal menjadi komoditas konsumsi yang digandrungi masyarakat. Dagingnya yang tebal, gurih, dan lezat membuat ikan bernama latin Parastromateus Niger ini tidak pernah sepi peminat. Perawatan yang mudah dan permintaan pasar yang begitu besar menjadi peluang yang menjanjikan bagi para petani ikan jenis ini.

Bagus Rika Baktiar tidak pelit dalam membagi pengalamannya dalam membudidayakan ikan bawal. Menurutnya, pemasaran ikan bawal lebih mudah dibandingkan dengan pemasaran ikan jenis lain seperti lele. Jika lele memiliki standar ukuran tertentu untuk dapat dilepas di pasaran, maka tidak demikian dengan ikan bawal. Ukuran standar bawal yang biasa di konsumsi yaitu 4 hingga 5 ekor setiap kilonya. Untuk bawal yang berukuran besar, Bagus dapat menjualnya ke kolam pemancingan ikan. Pasalnya, ada kepuasan sendiri bagi pemancing yang mendapatkan ikan yang berukuran lebih besar.

Untuk saat ini, Bagus baru mengembangkan bisnis pembesaran ikan bawal, sehingga bibit yang ia dapatkan masih membeli dari petani lain. Air yang banyak, sirkulasi oksigen yang baik, serta jadwal pemberian pakan yang teratur menjadi kunci kesuksesan dalam proses pembesaran bawal.  Untuk pemberian pakan sendiri dilakukan dua kali dalam satu hari. Pakan yang diberikan berupa pellet yang dicampur dengan probiotik. Hal ini berfungsi agar nutrisi dalam pellet bisa terserap dengan cepat oleh ikan. 

Dari segi kendala, yang paling menjadi masalah utama bagi para petani ikan yaitu jamur yang dapat menyebabkan kematian. Untuk menangani hal tersebut, Bagus pun menyiasatinya dengan memberikan kalium permanganat. Kemudian, sebagai tindak pencegahan penyakit, sebelum menebar benih Bagus juga mengupayakan untuk merendam batang pisang ke dalam air yang berfungsi sebagai antibiotik untuk mencegah penyakit pada ternaknya.

Hal lain yang menurut Bagus wajib diperhatikan dalam pembudidayaan ikan bawal adalah memperhatikan bibit ikan yang setidaknya telah berukuran tiga jari. Kondisi tubuh ikan juga harus mulus, tanpa cacat, serta pola berenang ikan yang gesit. Sinar matahari yang cukup juga menjadi faktor keberhasilan untuk membesarkan ikan. Selain itu, sirkulasi udara kolam yang baik wajib diterapkan demi produksi ikan siap panen. 

Ikan yang masih satu familia dengan piranha ini membutuhkan waktu sedikitnya empat bulan dalam proses pembesarannya untuk layak konsumsi. Tanda ikan yang layak konsumsi menurut Bagus antara lain warna ikan yang cerah mengkilap, warna insang merah, dan mata yang cerah. Namun ia tak menutup berbagai faktor lain bahwa penyimpanan yang buruk juga dapat menurunkan kualitas ikan.

Sementara untuk kualitas pemancingan diperlukan waktu panen lima hingga enam bulan setelah bibit ditebar. Saat masa panen berlangsung, proses grading perlu dilakukan demi memaksimalkan keuntungan. Grading merupakan sebuah proses penggolongan ukuran ikan. Dimana ikan yang berukuran kecil dapat dimasukkan lagi ke dalam kolam untuk melewati proses pembesaran hingga layak panen di masa selanjutnya. “Karena kolam saya masih sedikit, jadi tidak semua ikan bisa langsung panen, maka harus ada proses grading. Nanti setelah di grading bisa langsung ditambahkan bibit ikan yang baru, ujar Bagus.

Dalam proses panen, Bagus memerlukan dua alat pancing berukuran besar dan kecil untuk menjaga kualitas ikan bawal. Penggunaan jaring besar berguna saat pengangkatan dari kolam besar menuju kolam yang lebih kecil. Sementara jaring kecil dimanfaatkan untuk mengambil ikan. Hal ini bertujuan agar ikan dalam kondisi yang baik, minim stress dan meminimalisir kecacatan pada tubuh ikan.

Meskipun baru berskala lokal, Bagus sudah mampu memanen hingga 1,5 ton dan memasarkan hasil produksinya ke Sleman Utara, Wonosari, hingga Bantul. Mulanya, Bagus memasarkan hasil panen ke teman-temannya. Namun, saat ini telah berkembang memasarkan ikannya pada para pengepul yang kemudian diteruskan ke pemancingan-pemancingan yang ada di Yogyakarta. (MK)

 

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App