• 9 November 2026

Kepincut Pengalaman Pertanian Indonesia, Somalia Ingin Belajar

uploads/news/2026/11/kepincut-pengalaman-pertanian-indonesia--38769fb3e71166d.jpg

Jagad Tani - Untuk mengembangkan sektor pertanian dan peternakannya, pemerintah Somalia menjajaki peluang kerja sama dengan Indonesia melalui pertukaran pengalaman, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta transfer teknologi.

Wakil Menteri Luar Negeri Somalia, Hasan Mohamed Ali dalam kunjungan kehormatan (courtesy call) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (5/11), menilai pertemuan ini jadi langkah awal untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi yang secara konkret oleh kedua negara.

Baca juga: Revitalisasi Tambak Pantura Bekasi Masuki Tahap Verifikasi

Ia menilai Indonesia memiliki pengalaman dan keahlian yang relevan untuk mendukung pengembangan sektor pertanian Somalia, mulai dari aspek produksi, bisnis, teknologi, hingga rekayasa pertanian sehingga ia datang tujuan untuk berdiskusi dengan Kementerian Pertanian Indonesia.

“Kami ingin belajar banyak dari Indonesia. Indonesia memiliki pengalaman luas dalam berbagai bidang pertanian, bisnis, teknologi, dan engineering. Hal-hal tersebut yang kami butuhkan untuk mendukung pengembangan sektor pertanian Somalia melalui kesepakatan kerja sama ke depan,” ujarnya.

Disebutkan pula bahwa Somalia memiliki potensi lahan yang luas, tetapi masih membutuhkan dukungan pengetahuan dan teknologi untuk mengoptimalkan sektor pertaniannya. Karena itu, pihaknya berharap dapat mempelajari berbagai praktik dan pengalaman Indonesia yang dapat diterapkan di Somalia.

Selain itu, diungkapkan jika hubungan perdagangan Indonesia dan Somalia selama ini telah berjalan, salah satunya melalui impor produk minyak kelapa sawit dari Indonesia, dan berpotensi untuk dikembangkan lebih luas lagi melalui kerja sama teknis dan pengembangan sektor pertanian.

“Kami selama ini mengimpor beberapa produk dari Indonesia, terutama minyak kelapa sawit. Ke depan, kami membutuhkan dukungan teknis dari Indonesia melalui berbagai bentuk kerja sama yang dapat disepakati bersama,” kata Hasan.

Menurutnya, Somalia memiliki posisi strategis di kawasan Afrika Timur, yang dapat membuka peluang bagi perluasan hubungan ekonomi kedua negara. Ia pun berharap peningkatan kapasitas sektor pertanian dan ketahanan pangan Somalia bisa berjalan, seiring penguatan hubungan perdagangan dan pemanfaatan keahlian Indonesia.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet, menyambut baik ketertarikan Somalia untuk mempelajari pengalaman Indonesia membangun sektor pertanian dan ketahanan pangan. Kedua negara menghadapi tantangan yang relatif serupa, terutama perubahan iklim dan kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas pangan.

“Indonesia sangat senang dan menjadi suatu kehormatan untuk bisa berbagi pengalaman dalam mencapai swasembada pangan, yang merupakan program strategis Bapak Presiden. Kita berhasil mencapai swasembada pangan dari target empat tahun menjadi satu tahun,” ujar Alim.

Alim menilai, pengalaman Indonesia dalam meningkatkan produksi pangan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Somalia untuk mengembangkan potensi pertaniannya. Selain berbagi pengalaman, Indonesia juga membuka peluang dukungan peningkatan kapasitas SDM, khususnya di bidang peternakan dan kesehatan hewan.

“Kami juga siap berbagi pengalaman untuk meningkatkan kapasitas SDM, khususnya di bidang peternakan dan kesehatan hewan, termasuk transfer teknologi untuk meningkatkan produktivitas peternakan. Kami berharap kerja sama ini dapat berlanjut dengan aksi-aksi yang lebih konkret ke depannya,” imbuhnya.

Related News