• 5 November 2026

Komoditas Pangan Tanpa Dokumen dan Ratusan Sampel Uji Dimunsahkan

uploads/news/2026/11/komoditas-pangan-tanpa-dokumen-683950554e35174.jpg

Jagad Tani - Sejumlah komoditas tanpa dokumen serta ratusan sisa sampel pengujian laboratorium dimusnahkan menggunakan fasilitas insinerator milik Balai Karantina Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (3/11).

Pemusnahan tersebut, menurut Kepala Subbagian Umum Karantina Jawa Timur, Sarmili, sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

Baca juga: Satgas Pangan Harus Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

“Tindakan pemusnahan yang kita lakukan hari ini bukanlah sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah manifestasi nyata dari komitmen kita bersama sebagai penjaga gerbang kedaulatan hayati negara,” ujar Sarmili di Surabaya, Rabu (4/11).

Adapun barang yang dimusnahkan merupakan hasil penahanan, pemeriksaan, dan pengawasan di laboratorium serta tempat pemasukan dan pengeluaran, khususnya di kawasan Bandara Juanda dan Pelabuhan Tanjung Perak, yang terdiri dari komoditas hewan dan tumbuhan.

Untuk kelompok komoditas hewan, barang yang dimusnahkan meliputi 12 kilogram daging babi, 30 kilogram mixed feed additive phytosterol, 4 kilogram fermented chicken manure, 12,46 kilogram daging ayam beku, serta 4,9 kilogram kaki sapi beku.

Sedangkan dari kelompok tumbuhan, yang dimusnahkan meliputi 4 batang bibit nanas, 20 kilogram kacang pistachio, 2 kilogram kurma, 15 batang bibit tanaman hias, 5 potong kayu olahan, 5 batang bibit durian, serta 1.240 batang bunga potong mawar atau rosa cut flower.

Selain itu, 15 butir bibit kelapa, 4 tanaman kaktus, serta ratusan sisa sampel dan limbah bahan pengujian laboratorium juga dimusnahkan. Mulai dari serum sapi, Meat and Bone Meal (MBM), Poultry Protein Meal (PPM), Blood Meal, Feather Meal (HFM), hingga sejumlah bahan uji lainnya.

Ia pun menambahkan bahwa komoditas yang ditahan tidak dilengkapi dokumen kesehatan resmi dari negara asal, sehingga jadi perhatian karena dapat membawa risiko masuk dan tersebarnya HPHK ataupun OPTK.

Seluruh material dimusnahkan menggunakan insinerator agar tidak lagi dapat digunakan maupun menjadi sumber risiko biologis. Sehingga pemusnahan berlangsung secara terkendali dan tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar.

Related News