• 30 October 2026

Massifnya Pembangunan Tak Matikan Pertanian Kota Tangerang

uploads/news/2026/10/massifnya-pembangunan-tak-matikan-856815d1705ade6.jpg

Jagad Tani - Sektor pertanian masih berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan di Kota Tangerang, di tengah massifnya pembangunan kawasan perkotaan. Bahkan tercatat, tujuh kelompok tani mengelola lahan sawah seluas 98 hektare di wilayah perkotaan.

Sepanjang 2025 produksi gabah kering panen (GKP) di Tangerang tercatat mencapai 1.692 ton atau setara dengan sekitar 846 ton beras. Hal ini menunjukkan bahwa lahan pertanian di ruang perkotaan masih mampu memberikan kontribusi terhadap ketersediaan pangan.

Baca juga: Kurangi Ketergantungan Tambang, Malut Dorong Hilirisasi Kelapa-Perikanan

“Salah satu lokasi pertanian adalah lahan Kelompok Tani Tunas Jaya di Jalan Perimeter Utara Bandara, Kelurahan Selapajang Jaya, Kecamatan Neglasari,” ujar Muhdorun, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, dalam keterangannya dikutip Jumat (30/10).

Selain itu, lanjutnya, Kelompok Tani Harapan Jaya di Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Neglasari, menjadi bagian dari aktivitas pertanian yang masih berjalan di Kota Tangerang dalam mendukung ketahanan pangan, termasuk melalui optimalisasi lahan pertanian yang tersedia.

"Selain dukungan sarana, optimalisasi produksi menjadi salah satu upaya yang terus didorong," ujarnya. “Untuk mewujudkan swasembada pangan khususnya beras di tengah keterbatasan lahan di Kota Tangerang yang merupakan Kota Metropolitan.”

Melalui keberadaan tujuh kelompok tani yang mengelola 98 hektare sawah, sektor pertanian Kota Tangerang dinilai masih memiliki ruang untuk berkembang, karena pengelolaan lahan pertaniannya tetap produktif sehingga mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan. 

"Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan lahan sekaligus memperkuat produksi pangan daerah,” pungkas Muhdorun.

Related News