50 Nelayan Tarumajaya Belajar Navigasi dan Cuaca
Jagad Tani - Penggunaan Global Positioning System (GPS) dapat membantu para nelayan dalam menentukan daerah penangkapan ikan (fishing ground), membaca kondisi cuaca, dan meningkatkan keselamatan saat melaut.
Pada Selasa (27/10), setidaknya ada sekitar 50 orang nelayan menjadi peserta "Pelatihan Penggunaan GPS dalam menentukan Fishing Ground bagi Nelayan" di Aula Kantor Kecamatan Tarumajaya, yang digelar oleh Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi.
Baca juga: Tutup Impor, Harga Singkong Naik Jadi Rp3000/Kg
Menurut Ketua Tim Pemberdayaan Nelayan Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, Tasim Suryadi, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan nelayan dalam memanfaatkan teknologi, memahami kondisi alam, serta menentukan posisi saat berada di laut.
“Harapannya, nelayan kita mulai melek teknologi dan mampu memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Selain itu, ada aspek mitigasi dan navigasi, sehingga nelayan bisa mengetahui posisi koordinatnya serta memahami kondisi alam sebelum melaut,” ungkap Tasim.
Dilanjutkan bahwa, pemahaman terhadap informasi cuaca menjadi penting karena aktivitas penangkapan ikan sangat dipengaruhi kondisi perairan, termasuk tinggi gelombang, kecepatan arus, kecepatan angin, dan potensi hujan.
Sementara itu, narasumber yang dihadirkan berasal dari Stasiun Meteorologi Kelas I Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Priok, Andi Cahyadi, serta koordinator penyuluh yang memiliki pengalaman dalam pelatihan GPS dan navigasi bagi nelayan.
Melalui materi tersebut, nelayan diharapkan mampu membaca informasi cuaca dari aplikasi BMKG sebagai bahan pertimbangan sebelum memutuskan berangkat melaut, untuk mengantisipasi perubahan cuaca, terutama saat masuk periode musim hujan dan angin barat.
“Dari informasi BMKG, nelayan setidaknya bisa mempelajari data gelombang, kecepatan arus, kecepatan angin, serta prediksi hujan untuk beberapa hari ke depan,” terangnya.
Selain meningkatkan keselamatan, penggunaan GPS, dan informasi cuaca dinilai dapat membantu nelayan dalam merencanakan kegiatan melaut. Sebab selama ini sebagian nelayan masih mengandalkan pengalaman, insting, dan kebiasaan saat penentuan lokasi penangkapan.
"Harapannya, sebelum memutuskan melaut, mereka sudah bisa mempertimbangkan kondisi cuaca dan risiko yang mungkin dihadapi," sambung Tasim.
Tentunya dengan memadukan teknologi serta pengalaman yang sudah ada pada nelayan, dapat membantu nelayan dalam mengefisiensi waktu pencarian, menentukan lokasi penangkapan ikan, serta menghemat penggunaan bahan bakar.
“Kami berharap nelayan memiliki perencanaan operasional penangkapan ikan yang lebih baik. Harapannya, waktu penangkapan lebih efisien, penggunaan bahan bakar lebih hemat, dan hasil tangkapan bisa sesuai target, dengan tetap mengutamakan keselamatan,” ucapnya.
Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, jumlah nelayan di Kabupaten Bekasi mencapai 4.073 orang. Sekitar 75% berada di Kecamatan Muaragembong, 20% di Kecamatan Tarumajaya, sedangkan sisanya tersebar di Kecamatan Babelan dan Cabangbungin.
Melalui pelatihan itu, nelayan diharapkan semakin mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung aktivitas penangkapan ikan yang lebih terencana, mengurangi risiko saat melaut, dan meningkatkan efisiensi operasional.
“Prinsipnya, nelayan kita harus selamat dan sejahtera. Selamat secara fisik dan sejahtera secara ekonomi,” tukasnya.

