Jagad Tani - Seekor anak Banteng Jawa (Bos javanicus) berjenis kelamin jantan dilahirkan di Pusat Reintroduksi Banteng Jawa Pangandaran (Purbajapa), Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat pada Selasa (27/10/2026).
Kelahiran anak banteng dari induk betina bernama Bindi dan pejantan bernama Senta ini diumumkan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, sekaligus menjadi kelahiran anak banteng yang ketiga di Purbajapa.
Baca juga: Tutup Impor, Harga Singkong Naik Jadi Rp3000/Kg
Untuk kelahiran pertama berasal dari induk Uchi pada 27 Juli 2025 dan kelahiran kedua dari induk Bindi pada 7 Agustus 2025. Sejak perkawinan (kopulasi) antara Bindi dan Senta pada 5 Januari 2026, pengamatan kebuntingan dicatat secara berkala oleh tim Purbajapa.
Melalui kelahiran ini, jumlah Banteng Jawa di Purbajapa kini populasinya bertambah menjadi tujuh ekor. Berkembang dari yang awalnya berjumlah empat ekor individu yang dilepasliarkan saat peresmian Purbajapa pada 11 Desember 2024.
Menurut Plt. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Mahfudz, kelahiran anak banteng ini jadi penanda kembalinya Banteng Jawa ke Cagar Alam Pananjung Pangandaran, setelah dinyatakan hilang dari kawasan tersebut sejak 2003, sehingga harus lebuh dalam serius menjaga dan melindungi satwa liar asli Jawa ini.
Konsep pengembangbiakan yang diterapkan Purbajapa ialah semi-alami dengan dua pasang atau empat individu Banteng Jawa sebagai indukan, dan berasal dari tiga lembaga konservasi.
Adapun asal lembaganya yaitu Taman Safari Indonesia Bogor (satu individu betina bernama Uchi), Taman Safari Indonesia Prigen (satu individu betina bernama Bindi), serta Taman Safari Indonesia Gianyar, Bali, (dua individu jantan bernama Bejo dan Senta).
Status Banteng Jawa sendiri masuk ke dalam kategori terancam punah, dan masuk ke jenis satwa yang dilindungi. Dengan areal seluas kurang lebih 5 hektare, dan program reintroduksi di Cagar Alam Pananjung Pangandaran ditujukan untuk meningkatkan populasinya.
Bahkan ada sembilan petugas lapangan yang menjaga dan merawat satwa setiap hari, mulai dari pemberian pakan dan nutrisi tambahan, pemeriksaan kesehatan, pengecekan masa birahi, hingga pemeliharaan kandang, padang gembala, dan pagar.
Saat ini, kondisi anak banteng beserta induknya terus dipantau tim medis Purbajapa, untuk memastikan keduanya agar tetap sehat, dan upaya pelestarian Banteng Jawa di Purbajapa berjalan baik, agar bisa tumbuh dan berkembang biak lagi dengan baik.

