• 29 October 2026

Tingkatkan Produktivitas Pertanian Mojokerto, Bantuan Dikucurkan

uploads/news/2026/10/tingkatkan-produktivitas-pertanian-mojokerto--67713802dc91c61.jpg

Jagad Tani - Untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, dan mendorong kesejahteraan petani di Kabupaten Mojokerto, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), infrastruktur pertanian, serta sarana pendukung dikucurkan kepada kelompok tani.

Bantuan yang disalurkan oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa ini, meliputi dua unit traktor roda empat senilai Rp753 juta, 27 unit pompa air senilai Rp246,645 juta, satu unit power thresher senilai Rp55 juta, dan satu unit combine harvester besar senilai Rp430 juta.

Baca juga: Perum Bulog Jadi Off-Taker Serap Jagung Petani

Diserahkan pula tujuh unit Jalan Usaha Tani (JUT) senilai Rp770 juta, 29 unit irigasi perpompaan senilai Rp4,5153 miliar, satu unit bangunan konservasi air senilai Rp123 juta, satu unit irigasi perpipaan senilai Rp97 juta, dan 1.500 batang benih kopi robusta ke tiga kelompok tani.

Menurut Albaraa atau Gus Barraa, ketersediaan sarana dan prasarana pertanian jadi salah satu faktor penting yang menunjang kelancaran dan efisiensi usaha tani, sehingga bisa mengurangi beban pekerjaan, menekan biaya produksi, serta menjaga produktivitas pertanian.

“Kita ingin bantuan ini memberikan hasil yang benar-benar dirasakan petani, mulai dari pekerjaan yang lebih efisien, hasil panen yang lebih baik, hingga peningkatan pendapatan,” ujar Gus Barraa  di Hotel Aston Mojokerto pada Rabu (28/10).

Dilanjutkan bahwa, kelompok tani penerima manfaat diharapkan agar bisa menjaga dan merawat bantuan yang telah diberikan serta mengatur pemanfaatannya secara jelas dan adil sesuai kebutuhan anggota kelompok.

Tentunya melalui pengelolaan yang baik dan perawatan berkala diperlukan, lanjutnya, supaya seluruh sarana tersebut dapat digunakan secara optimal dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Ludfi Ariyono, menilai pembangunan pertanian perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas petani, perbaikan kualitas hasil panen, hingga penyediaan sarana dan prasarana produksi.

"Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani," terangnya.

Dalam kegiatan ini, penyerahan bantuan yang menjadi bagian dari rangkaian pembukaan kegiatan Pelatihan Pascapanen Tembakau dan Kemitraan diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil panen agar memenuhi standar industri.

Adapun untuk penguatan kemitraan antara kelompok tani dan pihak industri juga menjadi perhatian, terutama dalam mendorong kepastian pasar, transparansi harga, serta mengurangi rantai pasok yang merugikan petani.

Related News