Budidamber Fapersi, Solusi Budidaya Ikan Lahan Sempit
Jagad Tani - Pembudidayaan ikan yang mudah, murah, dan produktif tanpa memerlukan lahan yang luas, bisa diterapkan oleh masyarakat melalui metode Budikdamber Fapersi (Budidaya Ikan dalam Ember Sistem Pakan Fermentasi).
Pembekalan metode ini akhirnya dilakukan oleh pihak Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), di Nagari Koto Taratak, Kecamatan Sutera, sebagai upaya pengenalan sistem budidaya ikan yang dapat diterapkan dengan memanfaatkan lahan terbatas.
Baca juga: Pendapatan Nelayan Barru Meningkat Lewat Apartemen Ikan
Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Pessel, Andi Syafinal, budidaya ikan dalam ember berpotensi untuk dikembangkan sebagai kegiatan produktif, terutama bagi keluarga yang ingin memanfaatkan pekarangan rumah untuk menghasilkan sumber pangan bergizi.
“Melalui sosialisasi ini, masyarakat diberikan pengetahuan dan keterampilan tentang cara budidaya ikan dalam ember, termasuk pemanfaatan sistem pakan fermentasi. Harapannya, kegiatan ini dapat diterapkan secara mandiri dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya Jumat (23/10), di Painan.
Dalam pembekalan, peserta mendapatkan pelatihan langsung mengenai pembuatan wadah Budikdamber. Ember yang digunakan dimodifikasi dengan memasang keran pembuangan air di bagian bawah untuk memudahkan proses penggantian air.
Adapun untuk bagian tutup ember, dilubangi sebagai tempat penanaman sayuran kangkung. Sehingga sistem ini memungkinkan masyarakat untuk memadukan budidaya ikan dan tanaman sayuran ke dalam satu wadah.
Saat proses penanaman, peserta turut diperkenalkan dengan penggunaan arang batok kelapa dan sabut kelapa atau cocopeat sebagai media tanam. Kedua bahan tersebut dimanfaatkan dengan kapasitas sekitar 50-80% dari volume cup tanaman.
Bukan cuma praktik pembuatan wadah, pembekalannya juga mencakup proses fermentasi pakan ikan. Penggunaan sistem pakan fermentasi jadi bagian penting dalam pengenalan Budikdamber Fapersi, sehingga masyarakat memahami tahapan budidaya secara lebih menyeluruh.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program, pihak Dinas Perikanan dan Pangan Pessel juga menyerahkan bantuan benih ikan lele sebanyak 3.000 ekor pada masyarakat di Nagari Koto Taratak, sebagai modal awal untuk mempraktikkan pengetahuan yang sudah diperoleh.
Melalui kegiatan ini, ia pun berharap agar masyarakat semakin tertarik mengembangkan budidaya ikan secara mandiri. Selain berpotensi membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, Budikdamber juga bisa menjadi peluang usaha bila dikelola secara berkelanjutan.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan penerapan teknologi budidaya yang sederhana.
"Pengembangan budidaya ikan berbasis rumah tangga perlu didukung dengan peningkatan keterampilan masyarakat, mulai dari penyiapan wadah, pengelolaan air, pemilihan media tanam hingga pemberian pakan," tukasnya.

