Koro Pedang, Alternatif Pakan Lokal Kurangi Impor
agad Tani - Koro pedang memiliki potensi untuk mendukung kebutuhan industri pakan, terutama untuk sumber protein nabati sebagai alternatif bahan baku pakan lokal untuk mengurangi ketergantungan impor.
Tentu pengembangan koro pedang harus berorientasi pada kebutuhan industri dengan memperhatikan mutu, keamanan, kandungan nutrisi, faktor antinutrisi, teknologi pengolahan yang tepat, pasokan berkelanjutan, dan kepastian pasar agar bisa diterapkan lebih luas.
Baca juga: Pendapatan Nelayan Barru Meningkat Lewat Apartemen Ikan
Menurut Direktur Pakan, Kementerian Pertanian (Kementan), Tri Melasari, pengembangan koro pedang perlu dilakukan secara terarah dan berbasis kebutuhan industri. Mutu dan keamanannya, termasuk kandungan nutrisi serta faktor antinutrisi, juga harus diuji.
"Teknologi pengolahannya juga perlu divalidasi, sementara kesinambungan pasokan harus dibangun melalui kemitraan,” ujar Tri di IPB International Convention Center, Bogor, dikutip Minggu (25/10).
Kelayakan koro pedang, lanjutnya, perlu dinilai berdasarkan biaya nutrisi dan manfaatnya dalam formulasi pakan, bukan sekadar harga per kilogram. Pengujian laboratorium juga perlu dilanjutkan dengan demonstrasi dan validasi bersama industri sebelum pemanfaatannya diperluas.
Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Tevi Melviana, menyebut kualitas konsisten, ketersediaan berkelanjutan, dan harga kompetitif sebagai tiga syarat utama bahan baku pakan.
“Efektivitas dan biaya pengolahan koro pedang untuk mengurangi faktor antinutrisi perlu diuji bersama calon pengguna, termasuk dampaknya terhadap kandungan nutrisi dan formulasi pakan,” jelas Tevi.
Selain itu, pendataan kebutuhan, pengembangan penangkaran, pengujian mutu, sertifikasi, dan ketertelusuran benih juga menjadi poin penting untuk mendorong pengembangan varietas unggul, benih bermutu, dan mekanisasi pascapanen.
Adapun Dadang Syamsul Munir dari PT Botani Seed Indonesia mengusulkan agar penerapannya menggunakan model closed-loop yang menghubungkan antara riset, produksi benih, budi daya, pengolahan, dan penyerapan hasil.
Untun tindak lanjutnya, semua pihak dinilai perlu mendorong penguatan sumber benih, validasi mutu dan teknologi pengolahan bersama industri, kemitraan rantai pasok, serta uji percontohan di lokasi potensial, agar pengembangan koro pedang dapat berjalan terarah, terukur, dan mendukung kemandirian bahan baku pakan nasional.

