• 22 October 2026

Indonesia Buka Peluang Kerjasama dengan Vanuatu

uploads/news/2026/10/indonesia-buka-peluang-kerjasama-66725b9e1361fd7.jpg

Jagad Tani - Selama ini sejumlah komoditas pangan seperti olahan tepung, tembakau, hingga lemak dan minyak hewan/nabati, menjadi produk ekspor utama Indonesia ke Vanuatu. Sementara itu, impor Indonesia dari Vanuatu, berupa kakao, hingga olahan dari tepung.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, total perdagangan Indonesia dan Vanuatu pada 2025 tercatat sebesar USD 10,5 juta dengan ekspor Indonesia sebesar USD 10,1 juta dan impor dari Vanuatu sebesar USD 0,4 juta.

Baca juga: Mengapa Ikan Bloso Dijuluki Ikan Bodoh

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag), Fajarini Puntodewi, menyambut hangat kehadiran delegasi bisnis Vanuatu di Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026, dan menilai pentingnya kolaborasi ekonomi di kawasan Pasifik.

Pameran yang digelar pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, ini dianggap sebagai momentum strategis untuk mempererat hubungan ekonomi Indonesia dan Vanuatu.

"Kehadiran para pelaku usaha Vanuatu di TEI 2026 menjadi langkah nyata untuk membuka pintu kerja sama perdagangan yang lebih luas dan inklusif," ujar Puntodewi dalam siaran pers-nya Rabu (21/10).

Sejumlah peluang perdagangan yang dijajaki meliputi produk material bangunan, furnitur, serta produk makanan dan minuman, guna memperluas akses pasar bagi produk Indonesia, serta memberi pilihan produk yang berkualitas dan kompetitif bagi pelaku usaha Vanuatu.

Adapun peluang kerja sama juga berkembang ke sektor ritel, restoran, dan properti. Sehingga bisa membuka kesempatan bagi pelaku usaha dari kedua negara untuk membangun kemitraan yang lebih luas.

Sementara itu, Perwakilan Delegasi Bisnis Vanuatu, Rodolphe de Montesquieu menyambut fasilitasi dan potensi industri yang ditawarkan Indonesia selama kegiatan berlangsung.

"Kami sangat terkesan dengan keragaman dan kualitas produk serta kesiapan industri Indonesia. Kunjungan langsung ke perusahaan memberikan gambaran jelas mengenai kapasitas produksi dan keandalan para pelaku usaha Indonesia," ungkapnya.

Dilanjutkan Rodolphe  bahwa pihaknya cukup optimis terhadap penjajakan di sektor material bangunan, kuliner, dan ritel, karena memiliki prospek baik untuk direalisasikan menjadi kerja sama jangka panjang.

Adapun Atase Perdagangan (Atdag) RI di Canberra, Asfiranti menyampaikan komitmennya untuk mengawal dan memantau setiap kesepakatan bisnis yang terbangun selama ajang TEI 2026.

"Perwakilan perdagangan RI di luar negeri akan terus mengawal hasil business matching dan penjajakan kerja sama agar tidak berhenti pada tahap pameran saja, melainkan berlanjut hingga terealisasinya transaksi konkret dan kesepakatan bisnis," ujarnya.

Asfiranti berharap, agar peluang kerja sama yang dijajaki melalui TEI 2026 bisa menjadi langkah awal untuk memperkuat kemitraan ekonomi Indonesia dan Vanuatu yang saling menguntungkan.

"Dengan memadukan potensi industri dan keahlian Indonesia serta kebutuhan dan peluang pengembangan pasar di Vanuatu, kedua negara berpeluang memperluas perdagangan, mendorong investasi, dan menciptakan peluang ekonomi baru," imbuhnya.

Related News