Di Mataram, IRT-Pengangguran Dilatih Budidayakan Ikan Hias
Jagad Tani - Program pelatihan budi daya ikan hias untuk skala rumahan, tengah disiapkan oleh Dinas Perikanan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dan bakal menyasar kelompok masyarakat usia produktif dan belum bekerja.
Menurut Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Perikanan (Diskan) Kota Mataram Leo Amri Saleh di Mataram, NTB, langkah itu diambil untuk memperluas sasaran program serta membuka peluang ekonomi baru bagi warga yang belum memiliki pekerjaan.
Baca juga: Mengapa Ikan Bloso Dijuluki Ikan Bodoh
"Awalnya program itu kami siapkan khusus untuk ibu rumah tangga. Namun, setelah berdiskusi dengan tim ahli dan penyuluh, sasaran program diperluas agar dapat merangkul kaum muda atau warga pengangguran yang ingin mengubah nasib melalui budi daya ikan hias skala rumahan," katanya sebagaimana dilansir Antara pada Rabu (21/10).
Setidaknya kegiatan pelatihan tersebut bakal diikuti oleh 30 orang peserta dari perwakilan enam kecamatan se-Kota Mataram. Gelarannya akan berlangsung selama dua hari yakni Rabu dan Kamis, pada 28-29 Oktober 2026, di salah satu hotel berbintang di Kota Mataram.
Selain teori pembudidayaan ikan hias yang mudah bagi pemula, peserta juga akan dibekali wawasan mengenai peluang pasar, termasuk kunjungan lapangan ke tempat penangkaran tenaga ahli atau narasumber lokal yang berpengalaman.
Leo Amru juga memastikan bahwa para pelaku usaha ikan hias di pasaran, seperti di kawasan Rembiga, siap menampung hasil budidaya para peserta nantinya. "Program ini kami siapkan dari hulu hingga hilir guna membuka peluang usaha bagi para pencari kerja," ujarnya.
Lewat alokasi anggaran sekitar Rp52 juta, peserta akan mendapatkan pelatihan teori dan praktik, hingga tahap pasca pelatihan. Termasuk bantuan sarana usaha berupa akuarium lengkap dengan sistem filtrasi, aerator, mesin pendukung, pakan, serta bibit ikan hias.
Dilanjutkan oleh Leo, pemilihan usaha ikan hias didasarkan pada peluang pasar yang menjanjikan, ditambah tingginya permintaan pasar. Hal ini dikarenakan ikan hias sudah bukan cuma sekadar hobi, tapi sudah menjadi tren, dan kebutuhan gaya hidup berbagai kalangan.
Untuk jenis ikan guppy, cupang, dan tetra saat ini dianggap memiliki banyak peminat dari berbagai kalangan, sebab perawatannya relatif mudah, serta masa pemeliharaan yang hanya memerlukan waktu sekitar tiga bulan.
"Harga jualnya cukup menjanjikan, paling murah harganya bisa Rp5.000 per ekor. Jika dibudidayakan dengan baik, hasilnya tentu sangat lumayan," katanya.
Melalui pelatihan tersebut, pihaknya berharap para peserta tidak hanya menguasai teknik pembiakan dan perawatan ikan hias, tetapi juga mampu mandiri secara ekonomi dengan memanfaatkan lahan terbatas di rumah masing-masing.
"Kita berharap peserta tidak hanya menguasai teknik budidaya, tetapi juga mampu membangun usaha mandiri dan memperoleh penghasilan berkelanjutan dari rumah," imbuhnya.

