Mengapa Ikan Bloso Dijuluki Ikan Bodoh
Jagad Tani - Dari banyaknya jenis ikan, ada satu jenis ikan air tawar yang dikenal sebagai ikan bodoh dan ikan pemalas, namanya ikan bloso atau dikenal juga sebagai ikan betutu (Oxyeleotris marmorata).
Julukan tersebut diberikan bukan tanpa sebab, karena ikan ini senang sekali berdiam diri dalam kurun waktu lama di tempat yang sama tanpa bergerak, bahkan hingga berjam-jam, serta kerap terlihat seperti sedang tidur dan hanya bermalas-malasan.
Baca juga: Begini Cara Agar Dapat Bibit Pohon Gratis
Dikarenakan sifatnya yang sangat pasif, lamban, dan suka berdiam diri di dasar perairan selama berjam-jam seolah sedang tidur atau tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya itulah, sehingga ikan bloso sering disebut sebagai ikan bodoh.
Di dalam bahasa inggris pun dikenal sebagai Sleeper Fish. Selain itu, bentuk fisiknya juga dinilai cukup menyeramkan dan bermulut lebar, serta tebal, dengan gigi-gigi kecil tajam, sehingga disebut pula sebagai ikan hantu.
Mengutip dari laman Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, karena banyak berdiam tak jarang, ikan bloso dianggap jinak. Ikan ini jarang berenang di permukaan air kecuali dalam keadaan kritis seperti kondisi lingkungan berubah atau terserang penyakit.
Bukan cuma hidup di alam liar, ikan bloso juga banyak dibudidayakan, karena ada peminatnya di pasar. Hal itu dikarenakan ikan ini memiliki nilai gizi, dan berprotein tinggi, seperti kandungan vitamin e yang terdapat pada dagingnya.
Oleh karena bernilai gizi dan berprotein tinggi, kandungan albumin yang dimilikinya, juga berkhasiat untuk penyembuhan luka pasca-operasi agar cepat kering, sebab albumin dapat mempercepat panyatuan jaringan kulit di dalam tubuh.
Adapun pakan olahan yang disukai ikan bloso jika dibudidayakan meliputi ikan rucah, cincangan ikan, atau cincangan bekicot. Pada fase larva, bisa diberi makan dari hewan renik seperti Daphnia sp., Moina sp., cacing sutera, cetol (ikan kecil), dan larva ikan.
Sementara itu, untuk pakan hidup seperti larva ikan, anak katak, keong, atau bekicot karena ikan bloso bersifat karnivora. Pada fase benih, betutu diberi pakan binatang hidup (kutu air, ikan kecil, cacing, atau serangga).
Ketika menginjak dewasa, ikan bloso juga bisa diberi pakan anakan ikan, kecebong, keong, bekicot, cetol, atau udang. Bloso juga bisa diberi pakan ikan rucah, cincangan ikan, atau binatang lainnya.
Berdasarkan laporan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), ikan bloso atau betutu ini memiliki nilai jual tinggi, harga jualnya bisa mencapai Rp200.000 hingga Rp300.000 per kilogram.
Bukan cuma diminati oleh pasar dalam negeri saja, ikan bloso di Kalteng bahkan diminati oleh pasar luar negeri. Adapun negara-negara yang menjadi target utama dari eksportir ikan bloso Kalteng, yakni meliputi Malaysia dan China.

