Kambing dan Domba Indonesia Diminati Pasar Malaysia
Jagad Tani - Peternak kambing dan domba Indonesia memiliki peluang ekspor yang terbuka, karena sejumlah pelaku usaha dari Malaysia menunjukkan minatnya dalam mendatangkan ternak hidup dari Indonesia.
Ahlum Nazar dari PT Aliyah Rizq Agriculture mengungkapkan bahwa perusahaannya memiliki kebutuhan ternak seperti kambing dan domba untuk pangsa pasar Malaysia.
Baca juga: Cabai Rawit Sumbang Inflasi Harga Bulan September
“Kami berharap ekspor ini bisa berjalan kembali. Kami sebagai pelaku usaha siap mengikuti protokol yang ditetapkan, karena yang terpenting bukan hanya ekspor dapat dimulai, tetapi juga bagaimana ekspor ini bisa berlangsung aman dan terus berkelanjutan,” ujarnya dalam siaran pers Kamis (15/10).
Dijelaskan pula jika dukungan jaringan peternak mitra di Sumatera Utara, berpotensi untuk memenuhi kebutuhan yang dalam kondisi normal diperkirakan mencapai sekitar 2.000 ekor, bergantung pada spesifikasi ternak dan kesiapan pasokan.
Menanggapi hal itu, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan, Kementerian Pertanian (Kementan), Makmun, mengatakan komunikasi dengan otoritas Malaysia telah dilakukan untuk membahas persyaratan perdagangan.
Adapun langkah untuk membuka kembali akses ekspor dinilai akan disiapkan. Fokusnya bukan hanya memenuhi permintaan pasar, tapi juga memastikan ternak bisa dikirim dengan aman, memenuhi standar kesehatan, dan memiliki biaya pengiriman yang kompetitif.
Pihaknya juga disebutkan Makmun, telah menindaklanjuti permintaan pelaku usaha Malaysia terkait kesiapan pasokan dan pemenuhan ketentuan karantina.
"Salah satu opsi yang tengah dibahas adalah pemanfaatan kapal ternak Camara Nusantara. Dukungan transportasi yang sesuai menjadi bagian penting agar peluang ekspor dapat diwujudkan," jelasnya.
Oleh karena itu, Makmun menilai pihaknya terus mendorong penyelesaian persyaratan kesehatan hewan, kesiapan pasokan, dan dukungan transportasi. Persiapan yang matang, diharapkan bisa menjadi akses pasar yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi peternak Indonesia.
Teguh Arif Hidayat dari DPP Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) menilai peluang pasar Malaysia dapat membantu memperluas pilihan pemasaran, terutama bagi peternak di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang tengah menghadapi tekanan harga.
“Ekspor ini bukan hanya kepentingan perusahaan tertentu, tetapi merupakan kepentingan nasional. Harapannya, akses pasar ini bisa dibuka seluas-luasnya bagi peternak dan perusahaan di Indonesia yang siap serta mampu memenuhi protokol yang ditetapkan,” tuturnya.
Sementara itu, Nuryanto dari PT Agro Investama mengingatkan bahwa daya saing harga ternak Indonesia perlu didukung biaya logistik yang efisien. Tanpa pengiriman yang kompetitif, peluang pasar yang tersedia belum tentu dapat dimanfaatkan secara optimal.
"Bagi peternak, terbukanya kembali pasar Malaysia diharapkan bukan sekadar menambah tujuan ekspor, tetapi juga memperluas pilihan pembeli dan memperkuat posisi tawar dalam menjual ternaknya," tukasnya.

