Pemanfaatan Tembakau Pascapanen Menjadi Silase-Pupuk OrganiK Padat
Jagad Tani - Selama ini limbah tembakau masih sangat jarang dimanfaatkan ataupun diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat, padahal limbah tersebut ternyata masih bisa dimanfaatkan menjadi silase dan pupuk organik padat.
Tentunya pemanfaatan limbah pertanian ini bisa memberi manfaat lebih kepada petani, sekaligus memberi tambahan pemasukan karena memiliki nilai jual, serta mendorong usaha tani agar lebih adaptif, produktif dan ramah lingkungan.
Baca juga: Bergizi Tinggi, Harga Murah, Segini Harga Ikan Teri di Vietnam
Menurut Famnun Alaina, selaku staf Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo, menjelaskan bahwa silase dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sedangkan pupuk organik padat bisa menjadi sumber bahan organik bagi lahan pertanian.
"Pemanfaatan tersebut membuka peluang pengembangan sistem pertanian terpadu yang menghubungkan kegiatan budidaya tanaman dengan peternakan dan pengelolaan bahan organik,” ungkapnya pada Selasa (13/10).
Hal itu disampaikan pada kegiatan Gerakan Tembakau Maju bertema "Mekanisasi dan modernisasi penanganan panen serta pascapanen tembakau" yang digelar di Sekretariat Kelompok Tani (Poktan) Harmoni Jaya Sentosa Dawuhan Desa Dawuhan, Kecamatan Krejengan.
Kegiatan yang diikuti oleh 30 anggota Kelompok Tani Harmoni Jaya Sentosa Dawuhan ini juga didampingi oleh tiga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta tim dari Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur.
Adapun materi pengolahan limbah pertanian ini diarahkan untuk memperluas pengetahuan petani mengenai penggunaan sumber daya yang tersedia di lingkungan usaha tani agar tidak terbuang sia-sia.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana, Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo Faiq El Himmah menilai penerapan Good Agricultural Practices (GAP) atau praktik budidaya pertanian yang baik, bisa jadi pendekatan untuk pengelolaan usaha tani.
"Petani diharapkan dapat menerapkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan untuk menunjang produktivitas dan keberlanjutan usaha,” jelas Faiq.
Tentunya melalui upaya tersebut, pengembangan tembakau di Kabupaten Probolinggo diharapkan tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga pada pemanfaatan sumber daya secara optimal.
"Pemanfaatan limbah menjadi silase dan pupuk organik padat diharapkan dapat membantu mengurangi sisa pertanian yang tidak termanfaatkan, mengoptimalkan bahan organik serta mendukung efisiensi usaha tani,” harapnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan agar tidak hanya menjadi sarana bagi narasumber dan peserta untuk berbagi pengetahuan serta pengalaman, tapi bisa diaplikasikan langsung oleh petani.
“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dilanjutkan dengan praktik di tingkat kelompok tani," pungkas Faiq.

