• 13 October 2026

Bantuan Pertanian Jatim Capai Rp3T, Tambahan Rp600 Miliar untuk Peternakan

uploads/news/2026/10/bantuan-pertanian-jatim-capai-7477865a66feb0e.jpg

Jagad Tani - Dukungan untuk Jawa Timur sebagai salah satu penopang produksi pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak mencapai sekitar Rp3 triliun sepanjang 2025–2026.

Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian (Mentan) menjelaskan bahwa ada tambahan dana sebesar Rp600 miliar untuk memperkuat sektor peternakan, termasuk pengembangan perbenihan ayam.

Baca juga: Ikan Nelayan Rempang Masuk ke Pasar Batam

Dalam orasi ilmiahnya saat Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Kantor DPRD Provinsi Jawa Timur, Senin (12/10), Amran menilai Jawa Timur memberikan kontribusi secara nasional terhadap produksi padi, jagung, ayam, dan gula.

“Kami bangga dengan Jawa Timur. Produksi padinya tertinggi, sektor ayamnya kuat, jagungnya juga besar, dan gulanya nomor satu. Karena itu, dukungan anggaran Kementan untuk Jawa Timur juga menjadi yang terbesar,” terangnya.

Menurutnya, tambahan anggaran Rp600 miliar diarahkan untuk memperkuat sektor peternakan, termasuk pengembangan grandparent stock (GPS) atau ayam bibit yang jadi sumber pengembangan bibit ayam untuk menghasilkan day-old chick (DOC) atau anakan ayam.

Sehingga Jawa Timur bisa semakin memperkuat posisinya sebagai pusat pembibitan ayam yang mampu memasok kebutuhan berbagai wilayah Indonesia. Selain penguatan pembibitan, pembangunan pabrik pengolahan telur jadi tepung telur juga bakal dilakukan.

Hal tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor. Jawa Timur, Lampung dan Jawa Tengah diharapkan bisa mengambil peran dalam pengembangan industri tersebut, seiring besarnya potensi produksi peternakan dalam negeri.

“Kita ingin ada pabrik pengolahan telur menjadi tepung telur supaya ke depan kita bisa menghentikan impor. Potensi produksi dalam negeri harus kita perkuat dan kita dorong agar memberikan nilai tambah,” sambung Amran.

Di sektor tanaman pangan, Jawa Timur merupakan salah satu kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional, serta menjadi salah satu wilayah penyumbang cadangan beras pemerintah (CBP) di Bulog yang saat ini mencapai 4,1 juta ton.

"Capaian tersebut harus diikuti (oleh) pembaruan kebijakan dan penerapan teknologi budidaya yang mampu meningkatkan produktivitas," terang Amran.

Ia menilai pendekatan yang digunakan puluhan tahun lalu perlu dievaluasi agar sesuai dengan kebutuhan pertanian saat ini, termasuk dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, efisiensi produksi, dan peningkatan pendapatan petani.

“Kami ingin pendapatan petani meningkat. Dengan teknologi yang tepat, hasil produksi bisa lebih tinggi dan pendapatan petani juga semakin baik. Benih akan kami dukung melalui anggaran yang disiapkan, terutama bagi petani yang rajin dan siap menerapkan,” ujarnya.

Pada sektor perkebunan, Jawa Timur berperan dalam menopang produksi gula nasional, bahkan sekitar 50% produksi gula nasional berasal dari Jawa Timur, penguatan sektor tebu dinilai jadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan swasembada gula.

“Kita kawal gula di Jawa Timur karena kontribusinya sangat besar. Ke depan, kita dorong hilirisasi dan peremajaan tebu rakyat. Targetnya, pada 2028 peremajaan ini bisa dituntaskan,” paparnya.

Selain meningkatkan produksi, pembenahan tata niaga agar hasil pertanian dan peternakan memberikan manfaat nyata bagi produsen maupun konsumen. Misalnya persoalan harga telur dan pakan yang membutuhkan pengawasan terhadap rantai distribusi.

Menjaga sektor pertanian bukan hanya soal meningkatkan produksi, tapi juga harus memastikan kebijakan berpihak kepada petani, peternak, dan konsumen, agar peningkatan produksi tidak terhambat persoalan distribusi dan tata niaga.

“Kalau seluruh Indonesia bergerak bersama seperti Jawa Timur, saya kira hasilnya bisa eksponensial. Kita ingin daerah-daerah semakin kuat, petani dan peternak semakin sejahtera, dan swasembada pangan yang sudah dicapai dapat terus kita jaga,” pungkasnya.

Related News