• 12 October 2026

Mengetahui Tiga Jenis Babi Terbaik untuk Peternakan

uploads/news/2026/10/mengetahui-tiga-jenis-babi-7935157fe88ce5a.jpeg

Jagad Tani - Dalam dunia peternakan, ada berbagai jenis babi yang bisa diternakkan, namun dari sekian banyak jenis yang bisa dijadikan komoditas untuk peternakan, hanya ada tiga jenis yang bisa dijadikan unggulan para peternak di Indonesia.

Adapun untuk jenis-jenisnya yakni meliputi Landrace, Yorkshire, dan Duroc. Ketiga jenis hewan tersebut biasanya diimpor dari luar negeri, karena telah dikenal dari sisi kualitasnya.

Baca juga: Ikan Nelayan Rempang Masuk ke Pasar Batam

Babi Landrace
Berasal dari Denmark, dan biasanya dikenal memiliki keunggulan dari sisi daging dan lemak babi. Selain itu juga laju pertumbuhannya relatif cepat, jumlah anak per kelahiran tinggi (litter size), bisa mengefisiensi ransum, serta tingkat persentase karkas yang tinggi.

Babi Yorkshire
Berasal dari Inggris, berwarna putih, bertubuh besar dan panjang, dan mempunyai telinga tegak ke depan. Pertumbuhannya sangat cepat, daya tahan tubuh kuat, serta memiliki kemampuan beranak dan laktasi (menghasilkan air susu) yang sangat tinggi, sehingga sering dijadikan pilihan untuk peternakan besar.

Babi Duroc
Berasal dari Amerika Serikat, bulunya berwarna merah kecoklatan, berdaging marbling (lemak intramuscular) yang sangat baik, sehingga terasa empuk, juicy, serta memiliki aroma khas. Selain itu memiliki pertumbuhan yang cepat serta efisiensi konversi pakan yang tinggi.

Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses, Alex Indra Lukman, pengembangan pembibitan modern dapat membantu menjawab kebutuhan calon indukan berkualitas yang menjadi salah satu tantangan peternak babi.

“Ini adalah niat baik untuk membantu peternak, menyiapkan calon-calon indukan yang bagus. Mudah-mudahan ini mendapat respons yang baik dari teman-teman kita di pemerintah,” ujar Alex.

Sementara itu, Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Hendra Wibawa, menilai pentingnya menyesuaikan produksi bibit dengan kebutuhan pasar.

“Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh korporasi, tetapi oleh kemitraan antara perusahaan, masyarakat, koperasi, pemerintah, dan perguruan tinggi. Semuanya harus saling menopang,” ujar Hendra.

Tentunya perencanaan yang tepat diperlukan agar usaha pembibitan bisa menjawab kebutuhan peternak dan tidak mendorong pergeseran usaha ke segmen pembesaran yang berpotensi bersaing langsung dengan peternak kecil.

 

Related News