Hadapi Kekeringan, Persawahan Sindang Asih Terima Pompa
Jagad Tani - Areal persawahan seluas 5 Hektare di Desa Sindang Asih, Kabupaten Tangerang dapat kembali digarap untuk musim tanam pertama, setelah satu unit pompa alkon berukuran 6 inci dikirim Satgas Kekeringan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) untuk membantu petani mensuplai air ke lahan yang digarap.
Kekeringan yang berlangsung selama hampir empat bulan membuat Kelompok Tani Rimpak di Desa Sindang Asih kesulitan memperoleh air untuk mengairi sawah karena debit air yang terus menurun. Sehingga menghambat aktivitas pertanian dan menyebabkan tanaman padi yang telah memasuki usia sekitar tiga bulan gagal panen.
Baca juga: Sadio Mane Investasikan Gaji untuk Perkebunan Mangga
Menurut Yogi Suprayogi, Petugas UPTD Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang, sumber air yang selama ini diandalkan petani tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan lahan akibat terbatasnya debit air selama musim kemarau. Akibatnya, sejumlah petani kesulitan melanjutkan kegiatan pertanian.
“Selama ini petani mengandalkan air irigasi, tetapi debitnya kecil sehingga tidak sampai ke areal pertanian. Sebagian petani juga menggunakan sumur pantek, tetapi debit airnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sawah seluas 5 hektare,” jelasnya.
Dalam kondisi normal, produktivitas padi di wilayah tersebut dapat mencapai sekitar 7 ton per hektare dalam satu kali panen. Namun dalam kondisi seperti yang terjadi saat ini, membuat petani cukup kewalahan dalam mencari sumber air.
Dilanjutkan Yogi, penyediaan satu unit pompa air dari BBWS C3 membantu petani untuk bisa Kembali mengolah lahan mereka secara optimal. Dengan lancarnya pasokan air, petani dapat memulihkan kegiatan pertanian sekaligus mengurangi kerugian akibat gagal panen.
Sementara itu, Jajang selaku anggota Kelompok Tani Rimpak, menyebutkan bahwa adanya penyediaan pompa air, kini petani bisa mengolah lahan dan kembali mendapatkan penghasilan sebab bertani merupakan mata pencarian utama mereka selama ini.
"Setelah ada bantuan ini kita bisa langsung menanam kembali, bisa mulai menanam bibit. Biar kita sebagai petani ada kegiatan, juga ada pemasukan buat kita karena kita juga kekeringan enggak ada pemasukan," tandasnya.
Pemanfaatan pompa untuk mengalirkan air dari sumber yang tersedia diharapkan dapat mendukung pengolahan kembali lahan pertanian, membuka peluang tanam berikutnya, serta menjaga produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

