• 10 October 2026

Jaga Peternakan Ayam, Penyaluran Jagung SPHP Dipercepat

uploads/news/2026/10/jaga-peternakan-ayam-penyaluran-154336a3a0ebc74.jpg

Jagad Tani - Untuk menjamin ketersediaan jagung pakan, percepatan penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi salah satu langkah prioritas untuk menjawab persoalan biaya produksi yang selama ini membebani peternak ayam.

“Saya tidak akan membiarkan peternak berjalan sendiri. Kami akan membela semaksimal mungkin dan saya pertaruhkan segalanya. Jaga mereka, lindungi mereka, dan beri kesempatan peternak untung agar mereka terus berproduksi,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Jumat (9/10).

Baca juga: Cegah Spesies Invasif, Eceng Gondok Sungai Kuala Alam Dibersihkan

Menurutnya, peternak memiliki peranan dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan daging ayam dan telur, bahkan mengekspornya, merupakan hasil kerja keras para peternak dan perlu didukung. 

Oleh karena itu, ujar Amran, persoalan peternakan harus dibenahi secara menyeluruh. Bukan cuma memastikan ketersediaan bahan baku pakan, tapi juga memperkuat serapan hasil produksi dan membangun kemitraan antara petani jagung, koperasi, dan peternak.

Adapun bentuk konkret dari komitmen tersebut, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Pertanian dan Perum Bulog terus mempercepat penyaluran jagung SPHP agar peternak ayam petelur rakyat memperoleh pasokan pakan dengan harga terjangkau.

“Kita harus membangun ekosistem yang sehat dari hulu sampai hilir. Persoalan yang dihadapi peternak harus kita selesaikan satu per satu,” terangnya.

Percepatan distribusi dianggap penting agar jagung pakan yang tersedia bisa dimanfaatkan oleh peternak. Di saat bersamaan, pengadaan dari produksi dalam negeri dinilai agar pasokan tidak terputus dan stabilitas harga tetap terjaga.

Persoalan pasokan dan harga pakan yang berulang setiap tahun harus diselesaikan melalui sistem yang lebih kuat, dan diberi perhatian khusus pada periode September-Desember yang krusial bagi kebutuhan jagung pakan peternak.

Penguatan SPHP jagung ditargetkan mencapai 250.000 ton pada periode tersebut. Untuk itu, Perum Bulog juga diminta memperkuat pengadaan dan pengelolaan stok agar kebutuhan peternak dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

Hingga 9 Oktober 2026, jagung SPHP yang sampai kepada peternak mencapai 189.336 ton (78,50%) dari total pagu 241.199 ton, dan telah menjangkau 7.553 peternak melalui 151 koperasi dan asosiasi di berbagai provinsi. 

Sementara itu, serapan jagung oleh Perum Bulog mencapai 237.329 ton, terbesar berasal dari Nusa Tenggara Barat sebanyak 65.539 ton, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat sebanyak 64.751 ton, serta Jawa Timur sebanyak 53.062 ton..

Adapun Ketua Presidium Pinsar Petelur Nasional Yudianto Yosgiarso menilai upaya tersebut penting untuk menjawab kebutuhan peternak terhadap ketersediaan bahan baku pakan serta menjaga keberlangsungan usaha peternakan ayam petelur nasional.

"Ada sejumlah solusi yang memberikan harapan bagi peternak. Salah satunya percepatan pengiriman jagung, termasuk melalui program SPHP, yang sangat dibutuhkan oleh teman-teman peternak," terang Yudi.

Menurutnya, percepatan pasokan jagung menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang harus ditangani agar peternak memperoleh akses bahan baku pakan secara lebih mudah dan merata.

"Kelancaran distribusi jagung sangat penting bagi peternak, mengingat ketersediaan bahan baku pakan berkaitan erat dengan biaya produksi dan keberlanjutan usaha. Karena itu, percepatan pasokan tidak berhenti di wilayah tertentu, tetapi dapat menjangkau sentra-sentra peternakan di berbagai daerah," tukasnya. 

Related News