• 7 October 2026

Putri Malu: Gulma di Indonesia, Jadi Berlian di Eropa-AS

uploads/news/2026/10/putri-malu-gulma-di-841616a3ac0fab2.jpeg

Jagad Tani - Siapa sangka putri malu (Mimosa pudica) yang merupakan tanaman perdu pendek, anggota suku polong-polongan (Fabaceae) yang menguncup saat disentuh, serta tumbuh liar di pinggir jalan, selokan, lapangan, hingga semak-semak ini punya nilai jual tinggi.

Di Indonesia, keberadaannya biasanya hanya dianggap sebagai rumput liar ataupun hama tanaman. Akan tetapi, di Eropa dan Amerika Serikat (AS), justru naik kelas jadi tanaman hias, serta mempunyai potensi medis dan bisa dikembangkan untuk industri farmasi.

Baca juga: Perhatikan Ciri Berikut Saat Membeli Buah

Bahkan untuk harga satu pot putri malu hidup saja punya potensi ekonomi yang tinggi, misalnya dalam unggahan Instagram @dekorasi_rumah_idaman, pada Rabu (22/12/2023) tampak seorang warga Indonesia bernama Fresa Amalia menemukan pot tanaman putri malu dijual di toko tanaman hias di Swiss.

Adapun harga jual untuk satu pot tanaman yang dijuluki oleh masyarakat Swiss sebagai "don't-touch-me" atau "touch-me-not" ini bisa mencapai US$9,80 atau sekitar Rp175.420 per pot dalam kurs rupiah. 

Sementara itu, melalui tulisan Inosensius I. Sigaze yang berjudul "Mimosa Pudica: Dibenci di Flores, Mahal di Jerman" dilaporkan bahwa di sebuah toko di Kota Mainz, Jerman, untuk satu pot kecil putri malu setinggi 15 cm dibanderol €9,90 (Euro) atau setara Rp200.376.

Sedangkan di Amerika Serikat, harganya di platform jual-beli seperti Etsy, untuk tanaman putri malu hidup (live plant) dalam pot berukuran ukuran 4–6 inci dijual US$19.99 atau sekitar Rp357.560,65 per pot.

Bahkan untuk tanaman yang sudah rimbun dan dewasa (mature houseplant) yang ada di Etsy, harganya bisa menembus US$35.99-US$40.95 (atau sekitar Rp646.380 hingga Rp735.462 per pot).

Ada beberapa faktor yang menyebabkan tanaman tropis yang berasal dari Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Karibia ini bisa dihargai mahal di beberapa negara, salah satunya karena sense of uniqueness yang dimiliki oleh si tanaman.

Tentunya bagi warga negara beriklim dingin, tanaman yang menguncup saat disentuh merupakan sesuatu yang langka dan unik, sehingga banyak diburu sebagai koleksi tanaman hias dalam ruangan.

Ditambah lagi ketatnya prosedur perlintasan dan izin karantina dari negara seperti Swiss, Jerman, dan Amerika Serikat, sehingga bisa membuatnya nilai jualnya menjadi tinggi. 

Belum lagi jika harus dibudidayakan di negara-negara tersebut, maka metode tanamnya pun akan berbeda dengan metode penanaman di daerah yang beriklim tropis. Faktor-faktor ini bisa membuat nilai jualnya semakin tinggi.

Bahkan potensinya bukan cuma untuk dijadikan sebagai tanaman hias dalam ruangan saja, akan tetapi kandungan yang ada pada daun putri malu juga punya potensi untuk dikembangkan di bidang medis dan industri farmasi.

Melansir dari laporan healthyhouseplants yang berjudul "Sensitive Plant (Mimosa pudica) History / Plant Stories", dijelaskan bahwa dalam sistem pengobatan tradisional seperti Ayurveda, tanaman ini sudah sejak lama dimanfaatkan untuk menunjang kesehatan.

Manfaatnya pun bisa digunakan untuk menyembuhkan luka dan Antidepresan. Sebab tanaman ini memiliki kandungan yang berfungsi sebagai antioksidan, antivirus,antiracun, serta antijamur.

Biji putri malu sendiri menghasilkan mucilago (lendir alami) yang tersusun dari D-xilosa dan D-asam glukuronat. Lendir ini berpotensi untuk dimanfaatkan dalam industri obat sebagai polimer alami pengikat tablet, bahan penghancur tablet, hingga matriks pelepasan obat secara berkala (sustained release).

Melimpahnya keberadaan putri malu di Indonesia, bukan tak mungkin jika Indonesia bisa mengekpornya ke Benua Biru. Otomatis ini akan menjadi kebangkitan dari florikultura Indonesia untuk di ekspor dan di eksplor agar ekonomi hijau dari tumbuhan liar bisa bernilai.

Melalui sentuhan kemasan yang rapi dan riset pasar yang tepat, komoditas lokal seperti putri malu memiliki peluang bisnis yang sangat menggiurkan untuk digarap secara profesional. Dengan catatan harus melewati aturan perlalulintasan karantina serta memenuhi syarat dokumen negara tujuan.

 

Related News