• 4 October 2026

Kemarau Akibatkan Budi Daya Perikanan Menurun

uploads/news/2026/10/kemarau-akibatkan-budi-daya-276472b5d273ecc.jpg

Jagad Tani - Penurunan debit air berdampak pada kualitas air dan memicu kematian ikan di sejumlah kolam dan tambak. Di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, bahkan para pelaku usaha budi daya perikanan, turut terdampak. 

Menurut Rahmadi Sasi Purnama, Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tapin, turunnya debit air ikut mempengaruhi kadar oksigen, serta meningkatkan risiko kematian ikan, terutama pada kolam dan tambak yang bergantung pada pasokan air.

Baca juga: Berdayakan Perempuan, Muhamadiyah Didorong Kembangkan Hutan Wakaf

"Dampak tersebut salah satunya terjadi di Kembang Habang. Kolam buatan di wilayah itu mengalami penurunan kualitas air hingga menyebabkan kematian ikan yang dibudidayakan," ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Minggu (4/10).

Dilanjutkan bahwa, dari sekitar 3.000 ekor ikan yang dipelihara, saat ini diperkirakan hanya tersisa lebih dari 1.000 ekor yang masih hidup. Kondisi serupa juga terjadi pada usaha tambak di Linuh dan Pampain.

Tentunya debit air yang masuk ke kantong-kantong di tambak semakin terbatas sehingga sebagian ikan di yang berada di wilayah Linuh dan Pampain bahkan dilaporkan mati.

"Untuk tambak, debit air sangat kurang. Sudah ada juga di daerah Linuh yang ikannya mati dan Pampain juga ada sebagian ikannya mati," terangnya.

Dalam menghadapi kondisi seperti ini, Sasi mengatakan jika pembudidaya menunda penebaran benih dan menyesuaikan kepadatan ikan dengan daya dukung kolam, untuk mengurangi risiko kematian ketika ketersediaan air masih terbatas.

"Tak hanya itu pembudidaya juga melakukan panen lebih awal apabila kondisi kolam tidak memungkinkan mempertahankan ikan hingga ukuran panen normal," imbuhnya. 

Sasi mengungkapkan, pihaknya turut membuka peluang dukungan bagi kelompok pembudidaya terdampak, tetapi bantuan harus memiliki dasar dan diberikan kepada kelompok yang memenuhi persyaratan, termasuk legalitas yang jelas.

"Bantuan memang tiap tahun ada, tetapi harus ada dasarnya. Untuk kelompok yang legalitasnya jelas," tukasnya.

Pemantauan ketersediaan dan kualitas airl menjadi langkah yang tepat untuk menghadapi kemarau. Penyesuaian pola budi daya diperlukan agar dampak penurunan debit dan kadar oksigen terhadap produksi ikan dapat ditekan.

Related News