Bertani Dalam Lapas, Warga Binaan Panen Timun
Jagad Tani - Sebanyak 18 kilogram timun dipanen di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, sebagai bagian dari pembinaan kemandirian bidang pertanian bagi Warga Binaan.
M. Ridho, Petugas Pembinaan Pertanian, bersama Warga Binaan, Amin, yang menjalankan panen. Timun yang telah memasuki masa panen dipetik, dikumpulkan, dan ditimbang untuk mengetahui hasil produksi pada periode tersebut.
Baca juga: Berdayakan Perempuan, Muhamadiyah Didorong Kembangkan Hutan Wakaf
Dilanjutkan Ridho, kegiatan pertanian di kebun SAE dilakukan bertahap dan melibatkan Warga Binaan dari perawatan hingga panen. Warga Binaan yang terlibat dalam perawatan tanaman bisa menentukan waktu untuk memanen hasilnya.
“Setiap tahapan kami jadikan sebagai proses pembelajaran. Warga Binaan tidak hanya melihat hasil akhirnya, tetapi ikut merawat tanaman dan memahami bagaimana sebuah hasil diperoleh melalui proses yang konsisten,” terangnya dalam keterangan tertulis, Minggu (4/10).
Sementara itu, Amin menjelaskan bahwa kegiatan bertani ini memberi banyak pengalaman baru, serta dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan masa pembinaan.
“Bertani mengajarkan kami untuk sabar dan telaten karena hasilnya tidak bisa langsung didapat. Dari merawat sampai panen, kami bisa belajar bagaimana bekerja dengan teratur dan bertanggung jawab,” katanya.
Hasil panen 18 kilogram timun dinilai sebagai salah satu capaian pembinaan kemandirian di bidang pertanian. Kegiatan ini juga sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 mengenai kemandirian pangan yang memanfaatkan lahan di Lapas dan Rutan.

