Atasi Kekeringan, Tiga Program Pengairan Cibarusah Disiapkan
Jagad Tani - Tiga program pengairan sektor pertanian di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, menyasar Desa Sirnajati, Ridogalih, dan Wibawa Mulya, yang meliputi irigasi pompa, pembangunan dam parit, serta perbaikan jaringan irigasi tersier.
Menurut Wawan Mawardi, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kecamatan Cibarusah, ketiga program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian di wilayah Cibarusah.
Baca juga: Berdayakan Perempuan, Muhamadiyah Didorong Kembangkan Hutan Wakaf
"Untuk Cibarusah sendiri difokuskan kepada tiga kegiatan, yaitu irigasi pompa di Desa Wibawa Mulya, dam parit di Kali Cicadas Desa Sirnajati, serta perbaikan irigasi tersier dari Desa Sirnajati sampai Desa Ridogalih," ucapnya dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (4/10).
Dilanjutkan bahwa tujuan dari program itu, yakni untuk mengairi sawah di tiga desa tersebut, sehingga diharapkan bisa mendongkrak hasil pertanian dan menambah volume penggarapan sawah.
Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat dari tiga desa tersebut menggantungkan mata pencahariannya pada sektor pertanian. Areal persawahan yang masih tersedia mengalami keterbatasan sumber air, sehingga membuat sebagian petani hanya dapat menggarap sawah sekitar dua kali setahun.
"Memang tiga desa itu secara umum mata pencahariannya masih petani dan lahannya juga masih tersedia untuk sawah. Namun, sumber air menjadi salah satu kendala, sehingga penggarapan sawah masih sangat bergantung pada musim hujan," ujarnya.
Pada saat ini pun, kondisi sejumlah lahan persawahan masih kering setelah periode kemarau. Namun, hujan yang mulai turun dalam beberapa hari terakhir memberikan peluang bagi petani untuk kembali mempersiapkan lahan dan pembibitan.
"Kalau hujannya sudah mulai sering, petani biasanya langsung melakukan pembibitan untuk persiapan tanam padi. Karena kalau terlambat, hujannya bisa lewat dan lahan kembali kering," lanjut Wawan.
Berdasarkan informasi dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), luas areal pertanian di Kecamatan Cibarusah mencapai sekitar 1.600 hektare, dengan produktivitas rata-rata mencapai sekitar 6-8 ton per hektare dalam satu kali panen, tergantung kondisi lahan dan pengairan.
Keterbatasan sumber air, ungkap Wawan, juga berpengaruh pada hasil penggarapan di musim tanam kedua. Oleh karena itu, dukungan infrastruktur pengairan diharapkan dapat membantu petani meningkatkan frekuensi tanam sekaligus menjaga hasil panen.
"Harapan masyarakat dengan adanya program ini hasil panen bisa meningkat dan volume penggarapan bertambah. Yang awalnya mungkin dua kali dalam setahun, paling tidak bisa menjadi tiga kali dengan hasil yang bagus," pungkasnya.

