• 2 October 2026

BRBIH Depok, Berpotensi Jadi Wahana Edukasi Perikanan

uploads/news/2026/10/brbih-depok-berpotensi-jadi-45995d3e2910b73.jpg

Jagad Tani - Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas, mempunyai potensi sebagai wahana edukasi perikanan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Dadan Rustandi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok. Potensi lain dari BRBIH dinilai bisa dikembangkan lewat kolaborasi, mulai dari riset dan teknologi budidaya hingga pengembangan komoditas perikanan.

Baca juga: Harga Getah Pinus Alami Penurunan

“BRBIH memiliki potensi yang cukup besar. Ada riset, teknologi budidaya, berbagai klaster perikanan, dan juga potensi edukasi yang bisa diperkenalkan kepada masyarakat,” ungkap Dadan dalam keterangan resminya dikutip Jumat (2/10).

Dilanjutkan bahwa, BRBIH yang berdiri sejak 1957 dan memiliki luas sekitar 12,5 hektare ini dapat menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat soal sektor perikanan, khususnya budidaya ikan hias dan berbagai komoditas perikanan lainnya.

“Kita berharap keberadaan tempat ini bisa memberikan manfaat lebih luas bagi warga Depok, bukan hanya dari sisi riset, tetapi juga sebagai wahana edukasi dan rekreasi yang mengenalkan potensi perikanan kepada masyarakat,” terangnya.

Selain itu, kelompok ibu-ibu pengelola sampah organik dari RW 001 dan RW 002 Pancoran Mas, dinilai, secara rutin memasok bahan pakan organik untuk mendukung budidaya maggot atau Loca Feed.

Bahkan, di kawasan BRBIH juga terdapat klaster budidaya lele berkapasitas sekitar 9.000 ekor per kolam, lalu ada klaster aquatic plant yang menghasilkan karya aquascape sebagai salah satu produk kreatif, dan klaster pembenihan ikan arwana yang memiliki indukan berusia hingga 25 tahun.

Banyaknya potensi yang dimiliki itu, menurut Dadan, menunjukkan sektor perikanan dapat dikembangkan tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga melalui kegiatan edukasi dan peluang ekonomi bagi masyarakat.

Dadan menilai program Ngider (keliling) menjadi kesempatan untuk melihat langsung berbagai potensi yang ada di wilayah. Selanjutnya, pihaknya bisa menindaklanjuti peluang kolaborasi sesuai dengan tugas dan kewenangannya di bidang pangan, pertanian, dan perikanan.

“Harapannya, potensi yang ada di BRBIH ini bisa semakin dikenal masyarakat. Kami dari DKP3 siap melihat ruang kolaborasi yang bisa dilakukan, sehingga keberadaannya dapat memberikan manfaat, baik sebagai sarana edukasi maupun untuk membuka peluang ekonomi di bidang perikanan,” tukasnya.

Related News