Petani Kentang di Dieng Terancam Gagal Panen
Jagad Tani - Akibat dari musim kemarau berkepanjangan, sejumlah wilayah dilanda kekeringan. Hal ini bisa menyebabkan para petani kesulitan menyiram tanaman, termasuk dengan yang terjadi di lahan kentang petani Dataran Tinggi Dieng.
Pada Kamis (24/9), melansir dari Antara, para warga yang tinggal di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Karang Tengah, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, memasang pipa pada mesin penyedot air di Telaga Merdada yang sudah mulai mengering.
Baca juga: Tips Agar Petani Siap Menghadapi Musim Kemarau
Air dari telaga tersebut, setidaknya harus dipompa sejauh sekitar 1,5 kilometer menuju lahan pertanian yang berada di atas bukit. Kondisi turut berdampak pada biaya operasional petani yang membengkak.
Bahkan ada ratusan petani yang mengandalkan Telaga Merdada sebagai sumber air selama lebih dari dua bulan terakhir, akibat musim kemarau yang berkepanjangan, dan mengakibatkan kekhawatiran para petani kentang akan gagalnya panen.
Tentunya jika hujan tidak turun dalam beberapa pekan ke depan, sedangkan persediaan air di Telaga Merdada kian menipis, hal ini makin memperkuat kekhawatiran soal kegagalan panen tersebut.
Dalam laporan RRI juga dijelaskan bahwa penyiraman dengan pompa terpaksa dilakukan, sebab sumber air yang biasa digunakan buat mengairi tanaman sudah mengering.
Padahal dalam sehari para petani membutuhkan sekitar 8-15 liter solar untuk mengoperasikan mesin pompa, tentunya hal ini kian meningkatkan ongkos produksi petani, sedangkan harga jual kentang saat ini hanya sekitar Rp10.000 per kilogram.

