• 24 September 2026

Kerapu Asal Raja Ampat Disukai Pasar Hongkong

uploads/news/2026/09/kerapu-asal-raja-ampat-788499240ab5a7d.jpeg

Jagad Tani - Ikan Kerapu hidup dari Raja Ampat, Papua Barat Daya, kian disukai oleh pasar Hong Kong. Bahkan hingga triwulan III 2026, nilai ekspor kerapu ke Hong Kong sudah lebih dari Rp2,38 miliar dengan total ada sebanyak 15.121 ekor.

Berdasarkan data Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Barat Daya, pengiriman kerapu hidup ke Hong Kong itu meningkat jika dibandingkan tahun 2024, yang ekspornya tercatat baru satu kali, dengan volume 4.478 ekor senilai Rp1,28 miliar.

Baca juga: Warga Malaysia Dihebohkan Ikan Piranha di Bendungan

Menurut Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (PPSDM Karantina) Wisnu Wasisa Putra, terbukanya pasar ekspor menunjukkan kekayaan laut Papua memberi peluang nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Setiap pelaku usaha kerapu di Raja Ampat (harus) mendapat pendampingan yang memadai, karena pada akhirnya keberhasilan ekspor ini harus dirasakan langsung oleh nelayan dan masyarakat pesisir Papua,” ujar Wisnu dalam keterangan tertulisnya, Rabu, (23/8).

Dilanjutkan bahwa, sebelum kerapu hidup diberangkatkan ke Hong Kong, serangkaian pemeriksaan dilakukan untuk memastikan komoditas memenuhi persyaratan kesehatan ikan dan ketentuan negara tujuan.

Sementara itu, Kepala Karantina Papua Barat Daya, I Wayan Kertanegara mengatakan, proses pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen, pemeriksaan fisik dan klinis hingga pengujian laboratorium.

“Kami memastikan ikan kerapu bebas dari Hama dan Penyakit Ikan Karantina, mulai dari verifikasi dokumen, pemeriksaan fisik dan klinis, hingga pengujian laboratorium terhadap virus, bakteri, dan parasit berbahaya,” ujar Wayan.

Sertifikat kesehatan yang diterbitkan, diibaratkan Wayan seperti paspor hijau yang menjamin komoditas diterima di negara tujuan, bahkan hingga triwulan III 2026, frekuensi pengiriman kerapu sudah mencapai lima kali dengan volume lebih dari tiga kali lipat dari tahun 2024.

Wayan menambahkan, pembinaan terhadap pelaku usaha juga dilakukan, mulai dari penerapan Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) hingga penguatan sistem ketertelusuran dari lokasi produksi hingga titik ekspor.

Adapun untuk pelayanan karantina di Papua Barat Daya dilakukan melalui lima titik, yakni Bandara Domine Eduard Osok, Pelabuhan Laut Sorong, Pelabuhan Rakyat Kota Sorong, Kantor Pos, dan Pelabuhan Arar.

Berdasarkan Laporan Market Intelligence Konsulat Jenderal RI Hong Kong 2024, nilai pasar ikan dan seafood Hong Kong diperkirakan mencapai 5,51 miliar dollar AS pada 2024 dan tumbuh rata-rata 4,02% per tahun hingga 2029.

Saat ini, Indonesia berada di posisi ke-10 sebagai negara asal impor produk ikan dan olahan Hong Kong. Kerapu tercatat sebagai salah satu jenis ikan segar yang diminati konsumen Hong Kong, selain kakap dan bawal.

“Arus laut yang kuat dan bersih serta ekosistem terumbu karang yang produktif membuat kerapu Raja Ampat punya tekstur daging yang padat dan cita rasa gurih yang khas, itu yang membuat pasar Hong Kong menyukainya,” tukas Wayan.

Related News