• 23 September 2026

Pedagang-ART Terdampak Kebakaran Dekat Pasar Kebayoran

Jagad Tani - Kebakaran yang melanda RT 006/RW001, Kelurahan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa malam (22/9), mengakibatkan penduduknya yang mayoritas bekerja di sektor informal seperti pedagang hingga ART, kehilangan tempat tinggal. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Sukirman, salah seorang warga yang turut menjadi korban kebakaran. Ia pun menjelaskan bahwa kobaran api dengan cepat membesar dan seketika membakar puluhan rumah warga.

Baca juga: RUU Reforma Agraria Disahkan Menjadi Undang-Undang

"Api tahu-tahu sudah besar, itu sekitar jam 8-nan (malam), karena di permukiman padat," ungkapnya kepada Jagad Tani saat ditemui Rabu (23/9) di posko bencana dan tenda pengungsian yang dipasang di Jalan Masjid Al Huda, RT 005 RW 001, Kebayoran Lama Utara.

Ditambahkan Sukirman, hanya dalam waktu 5-10 menit, api sudah merembet ke rumah-rumah warga. Hal ini ditambah lagi lokasinya dekat dengan tiang listrik, serta bangunan semi permanen, dan akhirnya sebanyak 24 unit mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.

"Apinya cepat juga menyambarnya, karena kan bangunan lama, semi permanen, dan dekat dengan kabel-kabel serta tiang listrik juga. Masyarakat di sini kan dagang semua, ada juga yang ART, campur-campur juga sih," terangnya. 

Sementara itu, Dona S dari FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat) Kecamatan Kebayoran Lama Utara, menjelaskan total ada sebanyak 22 rumah yang terbakar dan ada sebanyak 150 orang warga yang diungsikan ke pengungsian.

"Jadi ada dua tenda pengungsian, kalau yang di sini (tenda pengungsian di depan dekat pintu Stasiun Kebayoran) itu buat laki-laki, dan yang di belakang sana ada yang perempuan dan anak-anak juga," terangnya.

Adapun Rika Laila Puji Astuty, selaku Lurah Kebayoran Lama Utara, menjelaskan bahwa penanganan saat ini tengah dilakukan yakni dengan mendirikan tenda pengungsi yang dibantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Sosial.

Dilanjutkan bahwa turut terlibat juga dari pihak Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepolisian Sektor (tingkat Kecamatan) Polsek, Polres, Dukcapil, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), hingga Dinas Pendidikan.

"Penanganan sejauh ini, kita mendirikan tenda pengungsian yang dibantu oleh BPBD, dan Dinas Sosial. Terus bantuan juga berdatangan dari PMI, DLH, Polsek, Polres juga ada, Dukcapil, PTSP, hingga Dinas Pendidikan, banyak bantuan yang datang pada hari ini," ungkapnya.

Untuk warga yang terdata hingga saat ini yakni setidaknya ada sekitar 150 jiwa, dari 50 Kartu Keluarga (KK). Sementara itu, penanganan lanjutan dinilai masih akan dilakukan koordinasi dengan stakeholder terkait. 

"Penanganan lanjutannya kami masih akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait, dengan pihak-pihak lainnya, dan kami masih menunggu sampai dengan ada titik terangnya, bahwa mereka nanti akan ditempatkan di mana," sambungnya.

Diceritakan bahwa pada saat ini pihaknya masih dalam tahap pendataan, melalui posko Dinas Dukcapil DKI untuk melayani korban mengurus dokumen kependudukan yang hilang akibat kebakaran, dikarenakan banyaknya KK, KTP, hingga ijazah yang hilang. 

"Jadi kami data (dulu) di sini, dan kami juga menyediakan (pengecekan) kesehatan, untuk didata apakah mereka mengalami sakit dan lain sebagainya," pungkas Rika.

Related News