• 21 September 2026

Penarikan Beras Fortifikasi, Stok Beras Cipinang Aman

uploads/news/2026/09/penarikan-beras-fortifikasi-stok-25809b843973bfa.jpeg

Jagad Tani - Kekhawatiran masyarakat di tengah kebijakan penarikan beras fortifikasi untuk sejumlah merek yang kandungannya tidak sesuai dengan label di pasaran, dipastikan stoknya masih dalam kondisi aman dan mencukupi.

Bahkan pihak Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog, dan PT Food Station Tjipinang Jaya memastikan ketersediaan dan pasokan beras nasional dalam kondisi aman dan mencukupi, menyusul hasil pemantauan, setelah diuji di empat laboratorium kredibel.

Baca juga: Kemarau, Waspadai Serangan Janda Pirang Pada Bawang

Menurut Andi Amran Sulaiman, selaku Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, praktik yang dilakukan itu dinilai sebagai bentuk penipuan yang merugikan konsumen.

Hingga minggu pertama September 2026, seluruh merek bermasalah tersebut telah menghentikan produksi, dan 12 dari merek yang terindikasi curang sudah menarik stoknya dari peredaran, sedangkan sisanya masih dalam proses penarikan.

Untuk stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola oleh Perum Bulog per 18 September 2026 kini mencapai sekitar 4,6 juta ton, jumlah ini dinilai bisa menjadi modal dalam menjaga pasokan beras dan melakukan intervensi ketika dibutuhkan.

Maino Dwi Hartono, yang merupakan Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas, mengungkapkan bahwa pasokan beras yang masuk ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) terpantau normal di kisaran 1.500 ton per hari.

"Hari ini kami kembali melakukan pemantauan ke Pasar Induk Beras Cipinang untuk melihat kondisi pasokan dan ketersediaan beras. Dari pemantauan yang kami lakukan, pasokan beras masih berada di kisaran 1.500 ton per hari," ujar Maino dalam siaran pers di PIBC Jakarta pada Sabtu (19/9).

Dilanjutkan, jika terdapat sedikit penurunan permintaan di pasar, salah satunya seiring dengan penyaluran program bantuan pangan kepada masyarakat, namun stok secara keseluruhan tetap aman.

Adapun fokus utama saat ini, yaitu memastikan stabilitas pasokan tetap terjaga, khususnya dalam mengantisipasi kebutuhan pangan jelang akhir tahun serta Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru), agar masyarakat dapat terus memperoleh beras dengan harga terjangkau.

Selain ketersediaan stok, Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) turut didukung oleh realisasi pengadaan dalam negeri. Hingga 18 September 2026, pengadaan gabah dan beras nasional telah mencapai 3.958.605 ton, atau sekitar 98,96% dari target pengadaan sebesar 4 juta ton.

Bahkan stabilisasi pasokan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras kian digencarkan, yang realisasinya sejak Maret telah mencapai 809.865.665 kg (97,81% dari target).

Sementara itu, penyaluran Bantuan Pangan Beras untuk alokasi Juli–September 2026 per 18 September 2026 telah mencapai 682.671.450 kg, atau 68,45% dari total pagu 997.332.240 kg, guna mendukung masyarakat penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Tentunya persoalan pangan, khususnya beras, dinilai harus diselesaikan secara bersama-sama, dan diperlukan sinergi antara Badan Pangan Nasional, pengelola pasar, pelaku usaha perberasan, serta seluruh pemangku kepentingan.

Dodot Tri Widodo, selaku Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen penuh dalam menjaga kelangsungan ekosistem perberasan dari tingkat pedagang hingga konsumen akhir.

"Pada akhirnya, tujuan kita adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, memastikan beras tersedia dengan kualitas yang baik, serta dapat diperoleh masyarakat dengan harga terjangkau," pungkasnya.

Melalui komunikasi dan koordinasi intensif, diharapkan dapat membangun pemahaman yang selaras di tengah masyarakat, sekaligus memastikan bahwa kebijakan penarikan produk tertentu tidak mengganggu stabilitas rantai pasok beras secara keseluruhan.

Related News