Venue Dayung-Kano Olimpiade 2032 di Sarang Buaya
Jagad Tani - Ada yang unik pada gelaran Olimpiade 2032, sebab Sungai Fitzroy di Queensland, Australia, dikenal sebagai salah satu habitat buaya air asin di Australia ditetapkan sebagai calon arena cabang dayung dan kano sprint.
Keberadaan buaya di sungai tersebut menjadi perhatian publik. Melansir dari The Guardian, pakar buaya dari Universitas Queensland, Prof. Craig Franklin, yang menjalankan program pelacakan buaya terbesar dan terlama di dunia, punya pandangan terkait gelaran ini.
Baca juga: Musim Kemarau, Petani Harus Waspadai Hama Ini
Ia punya penilaian soal rencana Olimpiade yang digelar di Sungai Fitzroy membuatnya khawatir terkait keamanannya. “Tidak. Saya tidak percaya itu aman,” katanya. “Menurut saya itu tindakan bodoh.”
Bahkan Franklin khawatir soal acara Olimpiade ini yang mengirimkan pesan bahwa "tidak apa-apa untuk berenang" di tempat-tempat seperti Sungai Fitzroy. Padahal buaya menempuh jarak yang sangat jauh dalam waktu singkat, melintasi rintangan dan bergerak di darat.
“Mendayung di tempat yang merupakan habitat alami spesies buaya terbesar di dunia dan, bisa dibilang, yang paling berbahaya?” katanya. “Mengapa Anda melakukan itu?”
Bukan cuma persoalan itu, masalah minimnya pilihan akomodasi bagi pendayung dan penonton, juga turut menjadi permasalahan. Bahkan ribuan orang telah menandatangani petisi untuk memindahkan lokasi.
Menurut laporan BBC, diperkirakan ada sekitar 500 buaya hidup di kawasan Rockhampton Regional Council ini, dan sebagian di antaranya dapat tumbuh hingga ukuran empat meter.
Namun, badan pengatur World Rowing dan Paddle Worldwide, bersama penyelenggara Olimpiade menilai lokasi tersebut lolos penilaian teknis untuk menjadi lokasi kejuaraan tingkat dunia.
Presiden Federasi Dayung Dunia, Jean-Christophe Rolland memastikan jika kondisi sungainya adil dan setara bagi para atlet, penilaian itu tidak mempertimbangkan adanya buaya, tapi melihat fungsinya di berbagai kondisi, pola cuaca, ketinggian air, hingga risiko banjir.
"Berdasarkan analisis ekstensif yang telah dilakukan, kami sekarang mengetahui bahwa Sungai Fitzroy mampu menyediakan kondisi kompetisi yang adil selama periode Olimpiade, sesuai dengan persyaratan dayung Olimpiade dan Paralimpiade," ujar Rolland.
Sementara itu, Presiden Paddle Worldwide, Thomas Konietzko, mengatakan bahwa kualitas dan kedalaman dari pekerjaan teknis sudah dilakukan secara signifikan.
"Kualitas dan kedalaman pekerjaan teknis yang dilakukan telah secara signifikan meningkatkan pemahaman kami tentang arena pertandingan, serta memberikan kepercayaan kepada kami dan para atlet bahwa lintasan ini dapat memberikan persaingan yang adil bagi para atlet Kano Sprint," jelasnya.
Selain itu, karakteristik sungai yang memiliki sejumlah tikungan dan arus kuat, dinilai memengaruhi kesetaraan lintasan bagi para atlet yang akan berlomba di level dunia.
Dilain sisi, atlet peraih tiga medali emas Olimpiade untuk Australia dalam olahraga dayung, Drew Ginn, justru mencemaskan soal adanya potensi banjir serta keadilan dan integritas di sungai.
Bahkan Ginn juga turut meragukan jika para atlet dan penonton bakal mempunyai pengalaman yang baik pada gelaran Olimpiade ini, mengingat lokasinya yang berjarak sekitar 6-7 jam perjalanan darat dari Brisbane.
"Meskipun saya pikir Rockhampton adalah kota yang hebat, saya rasa tidak tepat bagi Olimpiade untuk menyebar tempat-tempat penyelenggaraan sedemikian rupa sehingga membahayakan pengalaman bagi para atlet dan penonton," ujarnya.
Meskipun kedua induk organisasi percaya jalur sungai mampu memberi persaingan yang adil, akan tetapi Ginn masih ragu, dan meminta untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya buaya. Mengingat wilayah tersebut merupakan habitat alami buaya air asin.
"Hal-hal seperti memindahkan buaya keluar dari sungai, Anda seperti bertanya-tanya, 'apakah olahraga dayung internasional ingin para atlet berada dalam bahaya hal semacam itu?'" tukas Ginn.
Berdasarkan prosedur keselamatan, perlombaan harus dihentikan sementara jika buaya terlihat di sekitar lintasan. Para peserta juga akan diminta kembali ke tepian sungai, dan peringatan soal adanya penampakan buaya cukup dengan teriakan, "crocodile, crocodile, crocodile".

