Musim Kemarau, Petani Harus Waspadai Hama Ini
Jagad Tani - Kondisi cuaca panas dan kering selama musim kemarau dapat mempercepat perkembangan sejumlah hama dan meningkatkan risiko stres pada tanaman. Oleh karena itu, petani harus mewaspadai adanya serangan hama.
Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung, Joko Budi Nuryanto, musim kemarau perlu jadi perhatian bagi para petani yang membudidayakan tembakau, kopi, dan cabai.
Baca juga: Siasat 'Kere Aktif' Peternak Jangkrik Atasi Permasalahan
Dilanjutkan bahwa sejumlah hama patut diwaspadai oleh petani selama kondisi cuaca panas dan kering, mulai dari hama wereng batang cokelat, kutu daun, ulat grayak, tikus hingga penggerek batang.
"Kondisi cuaca panas dan kering dapat mempercepat perkembangan hama tersebut, sehingga berpotensi mengganggu pertumbuhan dan produktivitas tanaman," ujarnya melalui Antara dilansir Minggu (20/9).
Tentunya pemantauan terhadap tanaman harus dilakukan secara rutin, agar gejala serangan hama bisa diketahui lebih awal, dan tidak mengganggu pertumbuhan tanaman. Jika tidak diantisipasi, bisa berpotensi berdampak pada produktivitas tanaman.
Selain itu, Joko menambahkan, petani juga diminta agar memperhatikan ketersediaan air selama musim kemarau, demi menjaga kelembapan tanah, utamanya bagi lahan yang tidak memiliki irigasi teknis.
Ketersediaan air juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan oleh petani selama cuaca panas dan kering. Sebab kondisi lahan yang kekeringan dapat meningkatkan risiko gangguan terhadap pertumbuhan tanaman.
Diingatkan juga agar petani tidak menunggu hingga serangan terlihat meluas, dan harus dipantau berkala. Supaya petani bisa menemukan tanda-tanda gangguan pada tanaman sejak awal, terutama untuk tanaman tembakau, kopi, dan cabai.
"Kewaspadaan petani dapat berjalan beriringan dengan langkah pencegahan. Dengan demikian, risiko serangan hama dapat ditekan dan pertumbuhan serta produktivitas tanaman tetap terjaga selama musim kemarau," tukasnya.

