• 19 September 2026

Tips Agar Petani Siap Menghadapi Musim Kemarau

uploads/news/2026/09/tips-agar-petani-siap-358008aec210e71.jpeg

Jagad Tani - Pada saat memasuki puncak musim kemarau, kondisi lahan biasanya mulai mengering, dan pasokan air di saluran irigasi kian terbatas, situasi di mana mengharuskan para petani untuk memutar otak agar lahan pertanian bisa terus produktif.

Tentunya pada ketika kondisi cuaca sulit ditebak seperti saat ini, tentu akan menyebabkan para petani kian kehilangan cara untuk meningkatkan produktivitas lahan akibat kekeringan.

Perubahan iklim ini terjadi dikarenakan oleh pengaruh dari berbagai faktor, akan tetapi, hal ini dapat diatasi dengan kemampuan para petani dalam melakukan adaptasi terhadap iklim. 

Sementara itu, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) melalui Upland Project, mempunyai beberapa tips dan cara untuk para petani agar dapat mengatasi kekeringan di bidang pertanian, yakni meliputi:

1. Menggunakan “Pompanisasi dan Pipanisasi” untuk menarik air dari sumber air yang ada di sekitar lahan pertanian. Pompa ini dijalankan dengan menggunakan mesin listrik atau diesel untuk menarik air dari alisan Sungai ke arah lahan pertanian.

Pembangunan Embung atau Long Storage, embung berfungsi untuk menampung air dalam jumlah besar pada musim hujan. Sehingga air hujan tidak akan terbuang sia-sia.

2. Air embung ini dapat dimanfaatkan petani saat musim kemarau melanda. Untuk dapat mengatasi kekeringan, air dari embung bisa dialirkan melalui parit kecil ataupun melalui pipa.

3. Melakukan Pembangunan sumur Bor untuk mengatasi kekeringan. Sumur bor ini dalamnya bisa mencapai 100 meter atau lebih untuk mengambil sumber air dari dalam tanah secara alami. Alat ini dapat digunaan dalam jangka waktu yang panjang untuk sistem pertanian.

4. Menggunakan cara organik saat bertani, sebab, tanah yang sudah terkena berbagai jenis bahan kimia yang berbahaya, lama kelamaan akan kehilangan unsur hara, sehingga tanah menjadi lemah dan tidak mampu untuk menyimpan air hujan.

Oleh karena itu, mengganti pupuk, pestisida, dan yang lainnya menggunakan bahan organik sangat disarankan demi menjaga kualitas unsur hara yang ada di dalam tanah agar tetap bagus bagi pertumbuhan tanaman. 

Related News