• 17 September 2026

Jangkauan Ceruk Pasar Peternakan Indonesia Bisa Diperluas

Jagad Tani - Perluasan pasar peternakan dan kesehatan hewan bisa diperkuat melalui jejaring bisnis, hilirisasi, inovasi, dan kolaborasi antarpelaku usaha, sehingga mampu menjangkau kebutuhan protein hewani, baik di pasar domestik maupun global.

Menurut Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Suganda, penguatan iklim usaha salah satunya melalui penyelenggaraan International Livestock, Dairy, Meat Processing and Aquaculture Exhibition (ILDEX).

Baca juga: ILDEX 2026 Jadi Ajang Kolaborasi Industri Peternakan Global

“Karena dengan eksibisi seperti ini para pelaku usaha dapat berinteraksi, bertemu langsung, dan tentu masing-masing pelaku ini akan memamerkan produk-produknya dan di situlah terjadi diskusi, terjadi transaksi," terang Agung saat di ICE BSD Tangerang, Rabu (16/9).

Lewat gelaran yang berlangsung pada 16-18 September 2026 ini, ia berharap bukan cuma jadi tempat memperkenalkan produk dan teknologi, tapi juga membuka ruang untuk pertukaran informasi, transaksi, inovasi, dan peluang bisnis baru.

"Ini tentu sangat baik karena melalui forum-forum seperti ini akan banyak inovasi-inovasi yang tersampaikan dan akan banyak juga peluang-peluang usaha yang baru,” sambungnya.

Indonesia sendiri merupakan negara yang memiliki cakupan pasar domestik yang besar, karena memiliki 280 juta lebih penduduk, tentu hal ini dinilai menjadi salah satu modal pengembangan usaha peternakan, sebagai pemasok kebutuhan protein hewani.

“Oleh karena itu saya mengajak kepada seluruh mitra-mitra kita, seluruh peternak untuk terus bersemangat menyiapkan protein hewani untuk kebutuhan di dalam negeri dan juga untuk mengisi pasar global,” ujarnya.

Tentu peluang pasar ini perlu diikuti dengan penguatan hilirisasi, agar produk peternakan memiliki nilai tambah. Salah satunya dimulai dari berkembangnya produk domba lokal yang memasok restoran berbintang, yang sebelumnya menggunakan produk impor.

Interaksi bisnis dan inovasi di sektor peternakan dan kesehatan hewan, memiliki peluang yang mulai terbuka ke pasar internasional. Agung mencontohkan, adanya pelaku usaha dari Malaysia yang tertarik mendatangkan kambing dan domba Indonesia.

“Tadi kami juga baru bertemu dengan salah satu pelaku usaha dari Malaysia yang ingin segera mendatangkan kambing domba kita ke sana. Jadi kita siap untuk mensuplai itu, karena Indonesia sudah mampu dan terus mendorong swasembada untuk protein hewan,” ucap Agung.

Sementara itu, menurut Direktur Komersial Bisnis PT Berdikari, Agus Wahyudi, penguatan ekosistem peternakan perlu berjalan seiring berkembangnya usaha dan penguatan peternak rakyat.

"Terdapat dua misi yang berjalan bersamaan, yakni pengembangan proyek infrastruktur dan pembangunan peternak rakyat. Dua-duanya penting; tidak ada yang lebih penting,” tutur Agus.

Dijelaskan bahwa penguatan peternak juga tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Sebab peternak juga perlu mempunyai kemampuan untuk memahami usaha, mengelola risiko, dan menentukan langkah pengembangan usahanya.

“bertumbuh bukan sekedar menghasilkan lebih banyak tapi tentang peternak yang semakin mampu memahami usahanya mengelola resikonya dan menentukan langkahnya untuk masa depan,” tukas Agus.

Related News