• 17 September 2026

ILDEX 2026 Jadi Ajang Kolaborasi Industri Peternakan Global

uploads/news/2026/09/ildex-2026-jadi-ajang-4517687ef2281a9.jpeg

Jagad Tani - Pameran International Livestock, Dairy, Meat Processing and Aquaculture Exposition (ILDEX) Indonesia 2026 resmi dibuka di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Rabu (16/9). Pameran ini jadi bagian dari rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian (Kementan), Makmun, saat membuka acara mengatakan ILDEX Indonesia 2026 merupakan penyelenggaraan ke-8 dan mulai tahun ini akan digelar setiap tahun.

Baca juga: Mentan Beberkan Merek Beras Fortifikasi yang Diduga Palsu

"ILDEX bukan sekadar pameran, tapi ruang untuk mempertemukan teknologi, investasi, ilmu pengetahuan, industri, dan para pelaku peternakan dari Indonesia maupun dunia," ujar Makmun saat pembukaan.

Menurutnya, ILDEX 2026 membawa pesan penting mengenai upaya Indonesia memnuhi kebutuhan protein hewani melalui kekuatan produksi dalam negeri. Hal itu dinilai penting seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan pangan serta protein hewani.

Makmun menyebut subsektor ayam dan telur saat ini memiliki fondasi produksi yang kuat. Berdasarkan prognosa (perkiraan) 2026, produksi daging ayam ras diperkirakan mencapai 4,9 juta ton dengan kebutuhan 4,02 juta ton atau surplus sekitar 880 ribu ton.

Sedangkan untuk produksi telur ayam ras, dijelaskan, yakni mencapai 6,99 juta ton dengan kebutuhan 6,4 juta ton atau surplus sekitar 520 ribu ton, dan kebutuhan protein melalui program MBG diperkirakan mencapai 1,1 juta ton daging ayam dan 774 ribu ton telur per tahun.

Di sisi lain, pihaknya turut membuka peluang investasi melalui hilirisasi ayam terintegrasi di enam lokasi di luar Pulau Jawa dengan dukungan investasi sekitar Rp20 triliun. Program tersebut diproyeksikan menambah sekitar 1,5 juta ton daging ayam dan 1 juta ton telur.

Sementara itu, Chief Executive Officer VNU Asia Pacific, Duangdej Yuaikwarmdee, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar bagi perkembangan industri peternakan dan pertanian seiring pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya kebutuhan pangan berkualitas.

"Pameran ini lebih dari sekadar tempat jual beli produk dan layanan. Pameran ini merupakan wadah industri yang menghubungkan para petani, peternak, pembeli, pakar, asosiasi, dan lembaga pemerintah," katanya.

Pada ILDEX Indonesia 2026, sebanyak 192 perusahaan dari 22 negara ambil bagian sebagai peserta pameran. Jumlah tersebut terdiri atas 83 perusahaan Indonesia dan 109 perusahaan internasional, dengan paviliun dari China, Thailand, Uni Eropa, dan Amerika Utara.

Duangdej mengatakan pameran selama tiga hari tersebut menghadirkan berbagai teknologi dan solusi sepanjang rantai pasok peternakan dan pertanian, mulai dari pakan, kesehatan hewan, pembibitan, produksi, otomasi, pengolahan hingga pengemasan.

Ditambahkan pula mulai 2026 ILDEX Indonesia akan dselenggarakan setiap tahun. Langkah itu dinilai jadi bagian dari komitmen jangka panjang untuk menjadikan ILDEX sebagai platform yang menghubungkan industri Indonesia dengan Asia Tenggara dan pasar global.

"Future of livestock and agriculture akan dibentuk oleh kita semua yang bekerja sama, berbagi pengetahuan, dan mengubah inovasi menjadi kemajuan nyata," imbuhnya.

Related News