• 15 September 2026

Mentan Beberkan Merek Beras Fortifikasi yang Diduga Palsu

uploads/news/2026/09/mentan-beberkan-daftar-beras-13477a17d5b0e7e.png

Jagad Tani - Adanya temuan harga beras yang tidak wajar dan tidak sesuai dengan kualitasnya, jadi pembahasan Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian (Mentan) Press Conference Ekspos Hasil Pemeriksaan dan Temuan Beras Fortifikasi, Selasa (15/9).

"Petani kita jaga harga (jual hasil panen)nya supaya jangan turun drastis, konsumen 286 juta orang, kita juga jaga harganya, jangan sampai terlalu tinggi. Kalau terlalu tinggi. Petani, 116 juta orang petani padi, ini harus kita jaga dua-duanya," ungkap Amran.

Baca juga: Lepas Jadi Menteri, Purbaya: Saya Mau Mancing

Dilanjutkan bahwa, ada salah satu faktor yaitu harga yang tidak wajar. Dulu masalah utamanya adalah beras premium dan tersangkanya sebanyak 102 orang.

"Nah ternyata ada dugaan dari premium beralih ke fortifikasi. Katanya fortifikasi, setelah kita cek di lab, ke empat lab kredibel, ternyata tidak sesuai dengan label. Ini tahu harganya? Harusnya harganya Rp13.500 per kg, tapi ada yang dijual sampai Rp57.000 per kg," ujarnya.

Amran menambahkan bahwa rata-rata kenaikan harga produk tersebut mencapai hingga Rp22.000 per kg. Padahal tujuan dari adanya beras fortifikasi, yakni agar bisa dimanfaatkan oleh ibu hamil dan menyusui, orang stunting serta masyarakat yang kurang mampu.

"Jadi tujuan dari kita tidak tercapai, kenapa harga justru lebih tinggi daripada premium dan medium, ini sudah keliru," jelas pria yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini.

Adapun merek dengan harga tertinggi yakni berinisial WFO, tercatat Rp57.600 per kg, padahal harga wajarnya Rp13.500 per kg, yang berarti selisih harganya Rp44.100 per kg. Untuk merek WFR tercatat dijual Rp42.500 per kg, dengan harga wajar Rp13.500 per kg.

Sedangkan merek inisial WJK dijual Rp33.800 per kg, padahal harga wajarnya Rp14.900 per kg.

Secara keseluruhan, tercatat rata-rata harga jual Rp23.385 per kg, dengan rata-rata harga wajarnya Rp13.689 per kg, dan selisih dugaan penipuan rata-rata mencapai Rp9.695 per kg.

"Pertama, kami sudah perintahkan tarik, yang kedua cabut izinnya, yang ketiga diproses. Tegas," tukasnya.

Iapun membeberkan daftar merek beras yang diduga tidak memenuhi ketentuan fortifikasi, sebab dari 27 merek yang jadi temuan, ada sebanyak 25 merek yang dinyatakan tidak memenuhi standar (TMS), dan hanya dua merek yang berstatus memenuhi standar (MS).

Berikut merupakan daftar 25 merek beras yang terbukti secara laboratorium merupakan beras fortifikasi palsu:

1. Idola Fortifikasi
2. Idola High Quality Whole Grain Rice
3. Idola Long Grain Rice
4. Ikan Mas Cupang
5. AAA Wijaya Kusuma
6. Cantik Manis
7. Penari Bangkok
8. Topi Koki Short Grain
9. Topi Koki Setra Royale
10. Topi Koki Long Grain Crystal
11. HOK-1 Gohan
12. Maknyuss Pulen Gizi
13. Anak Raja Fortifikasi
14. Anak Raja Nusantara
15. Top Anak Raja
16. PMS Induk Ayam
17. Sumo
18. Rasvit
19. FS Nutri Rice
20. Pelikan
21. Rice Rojolele
22. Super Kepala Beras Premium 111
23. 111 Golden Number
24. Putri Koki
25. Wellfarm Beras Diabet.

Related News