150.000 Ton Jagung Pakan Ternak Bakal Disalurkan
Jagad Tani - Dalam upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan jagung pakan bagi peternak, pada akhirnya Perum Bulog bakal menyalurkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung.
Dari target penyaluran SPHP Jagung tahun 2026 sebesar 241.199.500 kilogram atau sekitar 241,2 ribu ton, realisasi pembelian oleh koperasi telah mencapai 159.318.150 kilogram atau 159,3 ribu ton, setara 66,05% dari target.
Baca juga: Potensi Kebutuhan cabai Jepang Diperkirakan 1.227 Ton/Tahun, Bantul Lihat Ceruknya
Adapun realisasi harian tercatat sebesar 259.650 kilogram, dan masih terdapat sekitar 81.881.350 kilogram atau 81,9 ribu ton dari target program yang terus didorong penyelesaiannya, agar bisa dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pakan peternak.
Pelaksanaan SPHP Jagung tahun 2026 ini mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 16 Tahun 2026 tentang Penugasan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Tahun 2026.
Selain itu, pelaksanaan penyalurannya juga mengacu pada Surat Badan Pangan Nasional Nomor 494/TS.02.02/B/04/2026 mengenai pelaksanaan penyaluran SPHP Jagung di tingkat konsumen.
Sejalan dengan pelaksanaan program tersebut, dukungan kepada sektor peternakan melalui kebijakan penyaluran SPHP jagung pakan sebanyak 150.000 ton sampai Desember 2026.
Bahkan kebijakan tersebut jadi salah satu kesimpulan pada Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan mengenai Pengelolaan dan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Tahun 2026 yang digelar pada (7/9/2026) lalu dan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Dalam Rakortas, disebutkan bahwa tambahan penyaluran diarahkan untuk mendukung kebutuhan peternak skala menengah/UMKM, terutama dalam mengantisipasi potensi penurunan produksi jagung akibat kondisi kemarau.
Menurut Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, Bulog siap menjalankan kebijakan tersebut dengan memastikan kesiapan stok serta memperkuat koordinasi agar jagung pakan dapat menjangkau peternak yang menjadi sasaran program.
“Realisasi SPHP Jagung yang telah mencapai lebih dari 66% menunjukkan program ini terus berjalan dan dimanfaatkan oleh peternak," ujar Ahmad Rizal.
Dilanjutkan olehnya, bahwa dengan adanya kebijakan penyaluran tambahan 150 ribu ton hingga Desember 2026, Bulog siap menjalankan penugasan dan memastikan jagung pakan tersedia serta dapat diakses oleh peternak sesuai ketentuan.
"Karena itu, ketersediaan jagung pakan dengan harga yang terjangkau diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak sekaligus mendukung kestabilan ekosistem pangan dari hulu hingga hilir," tegasnya.
Selanjutnya, pihak Bulog dinilai akan terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, koperasi, serta pemangku kepentingan, guna memastikan pelaksanaan SPHP Jagung berjalan efektif dan tepat sasaran, demi menjaga stabilitas pangan nasional.

