KUA Umbulharjo Yogyakarta Terapkan Konsep Ecoteologi
Jagad Tani - Pengembangan gerakan ecoteologi sebagai upaya membangun ketahanan pangan di lingkungan perkantoran, dilakukan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Umbulharjo, Yogyakarta.
Bahkan Penyuluh Agama Islam, Triantoro, menjadi inisiator penanaman berbagai tanaman pangan dan sayuran di lingkungan KUA Umbulharjo, sampai akhirnya melakukan panen perdana, Rabu (9/9) setelah melewati 45 hari masa tanam.
Baca juga: Begini Cara Pati Mengatasi Bau Bangkai Sapu-Sapu
Adapun jenis tanaman yang dipanen tersebut, di antaranya berupa terong unggul, terong lalap, lombok, daun mint, seledri, pare, hingga mentimun. Hasil panen ini dimakan bersama oleh pegawai kantor KUA Umbulharjo.
Selain tanaman pangan, Ustaz Munasir selaku pegawai KUA juga menambah bunga telang sebagai bagian dari pengembangan tanaman herbal, yang nantinya bisa dimanfaatkan sebagai minuman herbal yang sehat, dan bernilai edukatif bagi keluarga maupun masyarakat.
Tentunya gerakan ini dinilai menjadi bagian dari semangat ecoteologi yang memandang bahwa menjaga alam bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.
Filosofi “Gemah Ripah Loh Jinawi” sendiri dianggap sebagai semangat yang relevan dalam gerakan. Sebab kemakmuran tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dapat tumbuh dari sepetak tanah yang ditanami, dirawat, lalu menghasilkan manfaat bagi orang lain.
Lewat menanam inilah nantinya bisa melahirkan kepedulian, dengan merawat kesabaran, dan dari memanen hadir rasa syukur. Munasir menilai, kantor bukan cuma tempat bekerja dan melayani masyarakat, tetapi juga menjadi ruang edukasi untuk mencintai lingkungan dan membangun ketahanan pangan.
Lewat gerakan sederhana itu, pihak KUA Umbulharjo berharap budaya menanam dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan lingkungan secara produktif, sehat, dan berkelanjutan.
“Sak wiji ditandur, sak tetuwuhan dirumat, muga dadi berkah tumraping bebrayan (artinya: Setiap benih yang ditanam dan setiap tanaman yang dirawat, semoga menjadi keberkahan bagi kehidupan bersama)," tukas Ustaz Munasir dilansir dari Siaran Pers-nya, Kamis (10/9). KUA Umbulharjo Yogyakarta Terapkan Konsep Ecoteologi

