Satwa Misterius Kalimantan, Catopuma Badia, Kembali Terekam
Jagad Tani - Kucing Merah Kalimantan (Catopuma badia), karnivora endemik Pulau Kalimantan yang dikenal sangat elusif, dan bersatus terancam punah (Endangered) kembali terdokumentasi di Kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM).
Satwa misterius dari belantara Borneo tersebut, berhasil terekam melalui kamera pengintai (camera trap) di wilayah Resor Mentarang Tubu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.
Baca juga: Tanaman Hias Punya Cerita, Segini Harga-Harganya
Menurut Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang, Seno Pramudito, rekaman kucing merah itu menjadi informasi penting bagi pemantauan keanekaragaman hayati di Kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang.
“Spesies ini sangat sulit dijumpai secara langsung, sehingga dokumentasi melalui camera trap membantu kami memperoleh data mengenai keberadaannya di dalam kawasan," ungkap Seno melalui Siaran Persnya, Senin (7/9).
Temuan ini bermula dari pemasangan camera trap dalam kegiatan Patroli Perlindungan dan Pengamanan Kawasan TNKM di wilayah Resor Mentarang Tubu, Desa Rian Tubu, yang dilaksanakan oleh petugas SPTN Wilayah II Long Alango pada tahun 2025 lalu.
Adapun seluruh rangkaian operasional pemantauan satwa, bisa berjalan melalui sumber pendanaan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balai TNKM dan PT Kayan Hydropower Nusantara (PT KHN).
"Keberadaan kucing merah mengingatkan kita bahwa kawasan hutan TN Kayan Mentarang memiliki peran penting sebagai habitat berbagai jenis satwa liar. Karena itu, perlindungan kawasan dan pemantauan keanekaragaman hayati harus terus dilakukan secara konsisten” ujarnya.
Setelah terpasang selama berbulan-bulan di bawah rimbunnya kanopi hutan primer, data visual ini akhirnya diunduh. Kegiatan SMART Patrol dilaksanakan oleh petugas BTNKM di antaranya Jefry Frihardian Gumilar, Mahfu'at, Septian Adi Nugroho, Jatanai, dan Singga Pilipus di Wilayah Desa Rian Tubu, Resor Mentarang Tubu, SPTN Wilayah II Long Alango.
Untuk satwa ini sebelumnya juga sempat terdokumentasikemunculannya di Resor Sungai Bahau pada tahun 2023, dan jauh sebelumnya, keberadaan spesies ini juga pernah tercatat di kawasan TNKM pada sekitar tahun 2003.
Sementara itu, Kepala resor Mentarang Tubu, Mahfuat menyatakan bahwa pemasangan camera trap merupakan bagian dari upaya petugas untuk memperoleh informasi mengenai satwa liar yang sulit diamati secara langsung di lapangan.
“Rekaman ini menunjukkan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan di lapangan dapat memberikan informasi penting bagi pengelolaan kawasan dan perlindungan satwa liar,” terang Mahfuat.
Kucing Merah Kalimantan merupakan salah satu jenis kucing liar yang memiliki sebaran terbatas di Pulau Kalimantan. Karakteristiknya yang soliter, aktif pada waktu tertentu, serta cenderung menghindari keberadaan manusia membuat spesies ini jarang terlihat secara langsung.
Kembalinya sang "hantu hutan" ini menjadi momen krusial mengingat jenis ini sempat tidak menampakkan diri selama lebih dari 20 tahun di TNKM pasca-rekaman tahun 2003 silam.
Keberhasilan pendokumentasian di dua resor ini, yakni Resor Sungai Bahau (2023) dan Resor Mentarang Tubu (2026), jadi indikator bahwa bentang alam hutan Kayan Mentarang masih alami, dan aman bagi kelangsungan hidup predator-predator puncak terkecil Kalimantan.

