• 7 September 2026

Manfaat Abu Vukanik Bagi Lahan Pertanian

uploads/news/2026/09/manfaat-abu-vukanik-bagi-454844ca25decc5.jpg

Jagad Tani - Sejumlah wilayah di Indonesia terkena erupsi gunung berapi, termasuk di daerah sekitar Gunung Anak Krakatau yang abunya sampai ke Jabodetabek. Tanpa menepikan resikonya terhadap kesehatan, abu vulkanik ini ternyata juga bermanfaat untuk lahan pertanian.

Sebetulnya, abu vulkanik sendiri kaya akan mineral seperti silika, besi, magnesium, dan kalium yang penting untuk pertumbuhan tanaman. Selain itu juga mampu meningkatkan struktur tanah, misalnya pada tanah liat, abu dapat meningkatkan aerasi dan drainase.

Baca juga: Penjelasan PVMBG Soal 6 Gunung Erupsi Bersamaan

Bukan cuma itu, seiring berjalannya waktu, mineral yang terkandung di dalam abu yang telah terlarut tersebut akan menjadi tempat regenerasi nutrisi yang tersedia bagi si tanaman.

Menurut Pakar Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM), Benito Heru Purwanto, meskipun merugikan, abu vulkanik juga memberi kesuburan pada tanah dan tanaman. Abu vulkanik bahkan bisa menjadi salah satu bahan membuat media tanam.

“Jika hanya menggunakan abu vulkanik saja sebagai media tanam tentu malah tanaman yang ditanam akan mati. Tapi jika kita mencampurnya dengan tanah biasa, diberi tambahan konsentrat pupuk dan disiram air, media tanam yang dihasilkan bisa membuat pertumbuhan tanaman kita lebih baik,” ujarnya sebagaiman dilansir dari laman resmi UGM, Senin (7/9).

Benito melanjutkan bahwa untuk kecepatan pemulihan lahan pertanian, akan sangat bergantung pada ketebalan tutupan bahan vulkanik di atas tanah asli.

“Apabila timbunan abu vulkaniknya kurang dari 5 cm maka tidak berdampak negatif pada pertanian, terlebih jika material yang diendapkan adalah debu halus hal ini justru meningkatkan kadungan hara tanah,” sambungnya.

Selain itu, untuk manfaat tidak langsung yang didapatkan yakni berupa pengendalian hama, sebab lapisan abu dapat mengusir atau membunuh beberapa hama tanaman.

Sementara itu, Budiman Minasny, dkk., dalam jurnal berjudul "Applying volcanic ash to croplands – The untapped natural solution" menuliskan, negara-negara dengan gunung berapi aktif, seperti Indonesia, abu vulkanik dapat digunakan untuk memasok nutrisi.

"Abu vulkanik dengan 0% karbon dapat berubah menjadi tanah dengan sekitar 10% karbon organik. Di Indonesia, tanah asal vulkanik mencakup sekitar 31,7 juta hektar atau 17% dari luas daratannya," paparnya dalam jurnal.

Bahkan letusan gunung berapi yang sering terjadi, membuat abu vulkanik atau tephra dengan mudah tersedia. Namun, tephra tidak banyak digunakan dan belum cukup diteliti sebagai bahan perbaikan tanah untuk menyimpan karbon.

"Abu vulkanik tidak perlu digiling, dapat menyerap sejumlah besar karbon dari atmosfer, dan membangun tanah subur yang menyediakan banyak nutrisi untuk mencapai ketahanan pangan dan tanah," imbuhnya.

Setidaknya melalui data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sejak 31 Agustus 2026, ada 6 gunung api erupsi di waktu yang hampir bersamaan, yakni Gunung Ibu (Maluku Utara), Gunung Semeru (Jawa Timur), Gunung Lewotobi Laki-laki (Nusa Tenggara Timur), Gunung Ili Lewotolok (Nusa Tenggara Timur), Gunung Anak Krakatau (Selat Sunda), dan Gunung Sinabung (Sumatera Utara).

 

Related News