Beras Premium di Ritel Modern Langka, Stok Bakal Dipasok
Jagad Tani - Kelangkaan stok beras premium terjadi dalam beberapa pekan terakhir, terutama di ritel modern, melihat kondisi tersebut, pihak Bulog bakal menggelontorkan pasokan beras untuk mengisi kekosongan stok.
Menurut Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, setidaknya sebanyak 110.000 ton beras dipesan oleh 10 ritel modern. Rinciannya yakni meliputi 75.000 ton beras premium dan 35.000 ton beras medium.
Baca juga: Segini Suhu Ruang yang Optimal untuk DOC
"Kita sudah berkomitmen dan akan menyalurkan dalam waktu dekat, totalnya adalah mencapai 110.000 ton. Satu bulan ini. Satu bulan ini akan kami gelontorkan 110.000 ton, yang mana 75.000 ton adalah beras premium," ujar Rizal dalam siaran persnya di Pasar Jatinegara, Sabtu (5/9).
Adapun rinciannya, untuk PT Indomarco Prismatama meliputi 16.000 ton (Premium 10.000 ton, Medium 6.000 ton); PT Megah Daya Inti 4.000 ton (Premium 3.000 ton, Medium 1.000 ton); PT Inti Cakrawala Citra 9.500 ton (Premium 6.000 ton, Medium 3.500 ton).
Sementara pemesan dari PT Sumber Alfaria Trijaya mencapai 25.000 ton (Premium 15.000 ton, Medium 10.000 ton); PT Lion Super Indo 1.750 ton (Premium 1.500 ton, Medium 250 ton); PT Swalayan Sukses Abadi 15.000 ton (Premium 10.000 ton, Medium 5.000 ton).
Untuk PT Matahari Putra Prima sekitar 2.000 ton (Premium 1.000 ton, Medium 1.000 ton); PT Tip Top Supermarket 500 ton (Premium 300 ton, Medium 200 ton); PT Midi Utama Indonesia 1.350 ton (Premium 1.100 ton, Medium 250 ton); PT Hero Retail Nusantara 33.000 ton (Premium 25.000 ton, Medium 8.000 ton).
Saat ini, Bulog menguasai stok beras sebanyak sekitar 4,9 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Penguatan pasokan dinilai jadi salah satu langkah penting untuk menjaga stabilitas harga, supaya tidak terjadi kelangkaan yang mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen.
“Prinsipnya sederhana, beras harus tersedia dan harganya terjangkau. Ketika pasokan di pasar membutuhkan tambahan, Bulog siap menggelontorkan beras. Kami ingin masyarakat mendapatkan kepastian harga sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi),” tegasnya.
Dilanjutkan jika penyaluran beras ini akan segera disalurkan ke pasar yang masuk dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) serta jaringan ritel modern di seluruh Indonesia.
"Kemarin sore kami langsung melaksanakan rapat koordinasi dan insya Allah mulai minggu ini langsung kami tindak lanjuti untuk disalurkan ke seluruh retail-retail modern dan pasar-pasar SP2KP," jelasnya.
Berdasarkan data hasil pemantauan Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 31 Agustus 2026 tercatat rata-rata harga beras premium secara nasional, yakni sebesar Rp16.084 per kg dan beras medium Rp13.626 per kg.
Di Jakarta sendiri, untuk harga beras premium, berada di atas HET, misalnya di Pasar Rawamangun, beras premium Pandan Wangi berada di kisaran harga Rp15.000-Rp16.000 per kg. Padahal HET beras premium Zona I sebesar Rp14.900 per kg.
Untuk Zona I meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi, HET beras premium ditetapkan Rp14.900 per kg dan beras medium Rp13.500 per kg. HET beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar Rp12.500 per kg.
“Operasi pasar kami lakukan sepanjang itu masih naik, kami lakukan operasi pasar. Sampai dengan betul-betul turun beras-beras itu,” tukasnya.

