Petani Milenial Klaten Kembangkan Wisata Petik Melon
Jagad Tani - Melalui budi daya melon Sweet Lavender dan Golden Aroma, di Green House Pamenang Farm, Desa Joho, Kecamatan Prambanan, Klaten, Irfan Tri Kusuma, Petani Milenial ini kembangkan potensi wisata petik buah.
Menurut Irfan, melalui budidaya melon ini, bukan cuma buahnya saja yang bisa dihasilkan dengan varietas dan cita rasa unggulan, tapi juga diharapkan bisa menginspirasi generasi muda agar tidak malu menekuni sektor pertanian.
Baca juga: Ikan Pembersih di Pasar Sawo Selain Sapu-Sapu
“Kami budi daya melon jenis Sweet Lavender dan Golden Aroma. Perbedaannya, Sweet Lavender lebih renyah dan Golden Aroma lebih lembut. Manisnya itu berbeda dengan melon-melon biasanya,” ungkapnya dalam siaran pers, Rabu (3/9).
Dilanjutkan bahwa meski baru berjalan sekitar dua bulan, pemilihan sistem greenhouse dinilai lebih mampu melindungi tanaman dari serangan hama. Selain itu, lewat konsep greenhouse ini juga, bisa membuka peluang pengembangan wisata petik buah.
“Ini panen yang perdana, setelah ini kami buka wisata petik buah melon di Desa Joho, dengan membayar Rp35 ribu per kilogram. Kemudian jika masih sisa kami akan jual ke pemborong,” ujar Irfan.
Potensi budi daya melon inipun menarik perhatian Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, bersama Ketua TP PKK Klaten, Fahrani Hamenang, yang ikut memetik buah melon di Green House Pamenang Farm.
Sebelumnya, Hamenang sedang mengikuti kegiatan Sambung Rasa juga diwarnai dengan acara panen jagung, hingga dialog bersama masyarakat, yang lokasinya berdekatan dengan lokasi acara, di Desa Joho.
“Di Joho ini luar biasa, ketahanan pangan (Ketapang) sudah bergerak dan berkembang. Ada jagungnya, ada buah-buahannya, dan sudah ada proteinnya. Ke depan semoga semakin berkembang. Ini bisa menjadi contoh bagi desa yang lain,” tukas Hamenang.

