• 4 September 2026

Bantuan Pangan Dipastikan Jangkau Wilayah Timur Indonesia

uploads/news/2026/09/bantuan-pangan-dipastikan-jangkau-159800fd95fabad.jpeg

Jagad Tani - Penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) komoditas beras kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kawasan timur yang memiliki tantangan geografis dan biaya logistik relatif tinggi, terus dipercepat untuk meningkatkan efisiensi distribusi.

Penyaluran Bantuan Pangan tersebut merupakan alokasi Juli, Agustus, dan September 2026, dengan setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) memperoleh 10 kg beras per bulan atau total 30 kg untuk tiga bulan.

Baca juga: Pantauan Harga Daging-Sembako di Pasar Rogojampi

Saat meninjau penyaluran Bantuan Pangan di Kelurahan Malabutor, Kota Sorong, Papua Barat Daya Rabu (2/9), Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan mengatakan bantuan diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Bantuan pangan ini untuk membantu saudara-saudara kita. Ini sebagai jaminan sosial untuk masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Zulkifli Hasan atau akrab disapa Zulhas ini.

Untuk 6 provinsi di Papua, Bantuan Pangan dialokasikan kepada 845.425 PBP dengan total beras 25.362.750 kg. Khusus di Provinsi Papua Barat Daya, program akan menjangkau 83.342 PBP dengan alokasi sebanyak 2.500.260 kg beras, yang tersebar di 5 kabupaten dan 1 kota.

Sementara di Kota Sorong, Bantuan Pangan dialokasikan kepada 35.348 PBP, volumenya mencapai 1.060.440 kg beras yang tersebar di 10 distrik dan 41 kelurahan. Di Kelurahan Malabutor sendiri, sebanyak 1.861 PBP menerima bantuan dengan total alokasi 55.830 kg beras.

Adapun di Provinsi Maluku, Bantuan Pangan beras alokasi Juli–September 2026 diberikan kepada 265.900 PBP dengan totalnya yakni sebanyak 7.977.000 kg atau 7.977 ton.

Khusus Kota Ambon, alokasi mencapai 761.490 kg untuk 25.383 PBP. Di Kecamatan Teluk Ambon terdapat 3.538 PBP dengan alokasi 106.140 kg, termasuk 349 PBP di Desa Wayame dengan total 10.470 kg beras.

Ketika memantau penyaluran di Desa Wayame, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Zulkifli Hasan mengatakan jika percepatan penyaluran penting, terutama pada saat memasuki periode paceklik, untuk menjaga stabilitas pangan.

“Memang saya minta dipercepat, karena sekarang lagi kemarau, lagi paceklik, bukan waktunya panen. Otomatis harga akan naik sedikit. Tentu akan membutuhkan bantuan, maka kita perlu percepat,” terangnya.

Dijelaskan bahwa manfaat program ini harus benar-benar diterima oleh masyarakat. Untuk wilayah Maluku, penyaluran Bantuan Pangan telah mencapai sekitar 60% dan Bulog terus melakukan percepatan terhadap sisa penyaluran.

“Manfaatnya harus benar-benar sampai kepada masyarakat,” tukas Zulkifli Hasan.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung percepatan penyaluran Bantuan Pangan ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah yang memiliki tantangan geografis dan distribusi. 

“Bulog terus bergerak cepat memastikan Bantuan Pangan dapat tersalurkan kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, dari Aceh hingga Papua,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

Ahmad Rizal juga memastikan jika pengawasan dilakukan secara ketat untuk menjaga kualitas dan kelancaran penyaluran bantuan.

"Dengan jaringan dan kesiapan infrastruktur yang kami miliki, kami berkomitmen menjalankan penyaluran dengan sebaik-baiknya agar bantuan dapat menjangkau masyarakat hingga pelosok negeri," tandasnya.

Related News