Segini Suhu Ruang yang Optimal untuk DOC
Jagad Tani - Menjaga suhu ruang terutama bagi Day Old Chick (DOC) atau anak ayam yang baru menetas sangat diperlukan, karena tubuhnya masih cukup rentan, sehingga ruangan kandang harus dikondisikan sehangat mungkin agar mereka nyaman.
Menurut Ismed, yang merupakan owner dari Amega Farm, salah satu peternakan ayam yang ada di Desa Pengasinan, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, menjaga suhu ruang ini penting bagi anakan ayam atau DOC ini.
Baca juga: Pemanfaatan Teknologi Nuklir untuk Penyimpanan Beras
"Suhunya (di dalam ruangan) sekitar 35 sampai 40 (derajat celsius) lah, biar hangat, jadi (si DOC) enggak terlalu kedinginan," ungkap Ismed kepada Jagad Tani, Rabu (12/8).
Pemberlakuan suhu ruang tersebut hanya dilakukan pada saat malam hari, sementara pada siang dikarenakan cuacanya yang cukup hangat maka tidak dilakukan penggunaan suhu ruang.
"Nanti kalau malam (baru kita gunakan pemanas ruangan, sebab ruangan ini) harus panas. Suhunya harus kayak (siang hari) ini, 36 atau 38 (derajat celsius)," terangnya.
Ada dua model pemanas yang bisa digunakan di kandang, yaitu penghangat tradisional, yang masih menggunakan tungku pemanas dengan memanfaatkan kayu bakar, ataupun penghangat modern yang menggunakan gasolec (pemanas ruang menggunakan bahan bakar gas).
"(Di kandang yang di sini) masih tradisional (menggunakan) kayu bakar. Kalau (yang) di sana (kandang saya yang satunya lagi sudah) pakai gas, tapi yang di sana sudah dilepas gasnya, (ayamnya) sudah besar, sudah umur 6 minggu," ujarnya.
Iapun menjelaskan bahwa DOC ayam ISA Brown di kandangnya saat dikunjungi Jagad Tani berumur 1 minggu (7 hari), dan pada saat usia DOC mencapai 21 hari atau 3 minggu pemanas ruangan sudah tidak digunakan.
Adapun jumlah populasi yang dimiliki dikandang milik Ismed yakni mencapai 24.000 ekor, dengan rincian 16.000 ekor di kandang tradisional dan 8.000 ekor di kandangnya yang lain, sementara itu jumlah dalam satu sekat atau kotakan kandang sekitar 2.500 ekor.
"Nanti umur 5 minggu atau umur 35 hari, itu kita pindahkan (anak-anak ayam ini) ke kandang baterai, (dan ketika sudah masuk ke usia) 13 minggu (baru) kita bisa jual (pulletnya)," paparnya.
Dengan pemberlakuan metode penghangat ruang tersebut, dari total jumlah populasi 24.000 ekor itu setidaknya dalam sebulan Ismed mampu menjual pullet sekitar 10.000 ekor, dan dijual secara bertahap dengan jumlah tersebut di setiap bulannya.
"Jadi (ayamnya) dibesarkan sampai 13 minggu, baru dijual ke peternak-peternak daerah sini, dan Kabupaten Bogor. Dari 24.000 ekor itu, sebulannya (kita) lepas bertahap, bulan ini 10.000 (ekor), bulan depan 10.000 lagi. Jadi setiap bulan bisa dipanen dan dijual," imbuhnya.

