Ketahanan Pangan Keluarga Ala Ibu-Ibu KWT Cimahi
Jagad Tani - Pengembangan kegiatan pertanian yang mendukung ketahanan pangan dan ekonomi keluarga, sebagaimana yang dilakukan oleh ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Mandiri Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, patut diapresiasi.
Menurut Samantha Dewi Erwan selaku Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Barat, keberadaan KWT memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan dari tingkat keluarga hingga masyarakat.
Baca juga: Hari Pertama Flona Ramai, Segini Harga Tanamannya
“Kami percaya kelompok seperti KWT Mandiri inilah yang menjadi ujung tombak ketahanan pangan keluarga di tingkat akar rumput,” ujar Samantha dalam keterangannya, dikutip Minggu (30/8).
Menurutnya, dedikasi dan konsistensi para pengurus serta anggota KWT Mandiri menjadi contoh penerapan semangat gotong royong dan kemandirian yang sejalan dengan program PKK, khususnya dalam bidang pangan dan ketahanan keluarga.
Hal itu dapat dibuktikan lewat berbagai tanaman pangan dan hortikultura, budidaya ikan lele hingga ayam petelur yang ada di KWT, misalnya kangkung, terong, kol, pakcoy, bunga telang dan cabai yang ditanam menyesuaikan musim.
Selain menghasilkan bahan pangan, KWT Mandiri juga mengembangkan hasil pertanian menjadi berbagai produk olahan, dan sedikitnya terdapat 14 produk olahan yang dipasarkan.
Hasil olehan tersebut di antaranya berupa mie pakcoy, peyek bayam, peyek kenikir, bolu terong, stik kucai, lele marinasi frozen, rolade lele, teh celup daun kelor, minuman bunga telang, wedang jahe, gado-gado, bakwan dan kacang polong.
Kegiatan KWT Mandiri ini bahkan telah menghasilkan sejumlah pencapaian, misalnya saat kelompok tersebut mengikuti lomba Program Kampung Iklim (Proklim) dan memperoleh predikat Proklim Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Bahkan KWT Mandiri ini juga menjadi mitra Polres Cimahi dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat. Dalam kunjungan yang berlangsung Jumat (28/8) ini, pihaknya mendengarkan langsung berbagai kendala yang dihadapi para anggota di lapangan, berdiskusi, dan mencari solusi, serta dukungan yang dibutuhkan agar KWT Mandiri bisa terus berkembang.
Kegiatan pemberdayaan di KWT inipun juga diarahkan untuk mendukung kesehatan keluarga, dengan membagikan telur dan paket sayuran dalam kegiatan posyandu sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
“Kepada ibu-ibu KWT Mandiri, teruslah bersemangat, terus berkarya dan jangan berhenti untuk belajar dan berinovasi. Jadikan kunjungan kami ini motivasi untuk semakin maju,” tukasnya.

