Mengetahui 8 Jenis Kuda Laut Indonesia Dilihat dari Cirinya
Jagad Tani - Secara keseluruhan ada 46 jenis kuda laut yang diketahui di dunia. Dari jumlah tersebut, 13 jenisnya dimiliki oleh Indonesia, dan 8 di antaranya difokuskan untuk di identifikasi.
Hal itu dikarenakan 8 jenis kuda laut ini menjadi komoditas perdagangan yang bernilai ekonomi bagi masyarakat pesisir. Sementara, 5 jenis lainnya merupakan kelompok pygmy seahorse atau kuda laut berukuran kecil.
Baca juga: Hari Pertama Flona Ramai, Segini Harga Tanamannya
Adapun 8 jenis tersebut meliputi Hippocampus kuda, Hippocampus kelloggi, Hippocampus trimaculatus, Hippocampus mohnikei, Hippocampus barbaouri, Hippocampus comes, Hippocampus spinosissimus, dan Hippocampus histrix.
Menurut Muthya Farah, selaku Project Assistant dari Project Seahorse, untuk mengenali setiap spesies, identifikasi bisa dilakukan dengan mengamati ciri morfologi, mulai dari bentuk tubuh, tulang hidung, tulang pipi, mahkota, hingga pola atau karakteristik khusus di tubuhnya.
“Langkah awal identifikasi dapat dilakukan dengan melihat apakah tubuh kuda laut memiliki duri atau justru halus. Selanjutnya, identifikasi dilanjutkan dengan mengamati bagian-bagian tubuh tertentu, seperti tulang pipi dan tulang hidung,” jelas Muthya Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Rabu (26/8).
Hal itu diungkapkan oleh Muthya saat mengisi Lokakarya Teknik Identifikasi, Pengukuran, dan Monitoring Kuda Laut yang diselenggarakan Pusat Riset Sistem Biota Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Project Seahorse University of British Columbia.
Lebih lanjut, Muthya menjelaskan, kuda laut yang tubuhnya halus, misalnya pada tulang pipi, menjadi salah satu kunci identifikasi. Tulang tersebut dapat berbentuk tunggal, ganda, atau memiliki karakteristik tertentu.
Sementara itu, pada kelompok kuda laut berduri, tulang hidung di pangkal moncong dapat menjadi petunjuk awal untuk membedakan spesies. Selain ciri umum, delapan spesies tersebut memiliki karakteristik khusus yang dapat membantu proses identifikasi.
Misalnya saja Hippocampus kuda, yang memiliki mahkota rendah hingga sedang dan mengarah ke belakang. Spesies inipun memiliki tubuh yang relatif lebih lebar dan panjang maksimum sekitar 17 sentimeter.
Sedangkan jenis Hippocampus kelloggi memiliki bentuk tubuh yang lebih ramping dengan ruas-ruas badan yang tebal. Spesies ini dapat mencapai panjang sekitar 28 sentimeter.
Untuk ciri yang lebih mudah dikenali terdapat pada Hippocampus trimaculatus. Pada individu jantan, spesies ini memiliki tiga titik hitam di bagian punggung. Bentuk tulang mata dan tulang pipinya juga khas karena melengkung menyerupai kail.
Adapun Hippocampus mohnikei, memiliki ukuran relatif kecil, dengan panjang maksimum sekitar 8 sentimeter. Ciri lainnya adalah moncong yang sangat pendek dan ekor yang relatif panjang dibandingkan tubuhnya.
Spesies lain juga mempunyai ciri khas, misalnya Hippocampus barbaouri, yang dapat dikenali dari pola belang pada moncongnya, Hippocampus comes memiliki pola belang pada ekor, dan Hippocampus spinosissimus dikenali karena tulang hidung rendah atau tidak ada.
Sementara Hippocampus histrix relatif mudah dikenali karena memiliki duri tubuh yang tajam dan terlihat jelas. Ujung duri pada bagian punggungnya memiliki warna hitam yang tetap dapat terlihat meskipun spesimen telah dikeringkan.
“Ciri khusus dapat membantu mempercepat proses, tetapi tahapan identifikasi tetap perlu dilakukan untuk memastikan jenis spesies secara tepat,” pungkasnya.

