Musim Kemarau Menghantam, Petani Sidrap Justru Panen
Jagad Tani - Di tengah tantangan ketersediaan air saat musim kemarau, petani Desa Dongi, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) yakni Murdiono (36), justru lahan pertaniannya, yakni sawah, bisa tetap produktif.
Mengelola lahan yang seluas 78 are, dan tergabung ke dalam Kelompok Tani Bunga Padi II, Murdiono berhasil memanen 58 karung gabah dengan total produksi mencapai 6.960 kilogram atau 6,96 ton.
Baca juga: Warga Probolinggo Diajarkan Menyulap Ikan Jadi Dimsum-Nugget
Tentunya hasil ini menjadi bukti bahwa dengan pengelolaan budidaya yang baik, lahan pertanian tetap mampu memberi hasil yang maksimal walaupun petani menghadapi tantangan di tengah musim kemarau.
Dari sisi ekonomi, hasil panen pada Jumat (28/8) tersebut juga memberikan nilai tambah bagi Murdiono. Berdasarkan harga gabah Rp7.700 per kilogram, total nilai kotor hasil panen mencapai sekitar Rp53,59 juta.
Ketekunan Murdiono dalam mengelola sawah menunjukkan bila pertanian masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan jadi sumber penghidupan, serta menjadi contoh bagi generasi muda, agar tetap melihat sektor pertanian sebagai ruang produktif, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dalam laporan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap, aktivitas pertanian juga berlangsung di sejumlah wilayah lain, misalnya di Dusun III Talumae, Desa Buae, Kecamatan Watang Sidenreng, petani Lajaja dari Kelompok Tani Lanrae memanen lahan seluas 2,3 hektare dengan hasil 140 karung.
Demi menjaga kebutuhan air tanaman, para petani tersebut memanfaatkan sumber mata air sungai yang dipompa menggunakan mesin diesel, sebagai sumber utama untuk pengairan sawah.
Sementara itu, di Dusun Tonrong Lautang, Desa Tonrongnge, Kecamatan Baranti, petani Ahmad dari Kelompok Tani Siamasei juga melaksanakan panen dengan luas lahan 10,5 are dan hasil 8 karung.
Bukan cuma itu saja, panen juga berlangsung di Dusun I Takkalasi, Kecamatan Maritengngae. Petani Nasrullah yang tergabung dalam Kelompok Tani Maccolliloloe dengan ketua kelompok Mahmuddin berhasil memanen lahan seluas 45 are dengan hasil 30 karung gabah.
Tentunya rangkaian kegiatan panen dari hasil kerja keras petani ini menunjukkan bahwa aktivitas pertanian di tengah musim kemarau, masih dapat berjalan, termasuk melalui dukungan pengelolaan air, demi menjaga produktivitas sektor pertanian daerah.

