• 28 August 2026

Pengiriman Telur Burung Paruh Bekok Merauke Digagalkan

uploads/news/2026/08/pengiriman-telur-burung-paruh-71077ed557131c4.jpg

Jagad Tani - Upaya pengeluaran 115 butir telur burung paruh bengkok dari Merauke menuju Surabaya digagalkan oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Papua Selatan.

Penggagalan tersebut dilakukan dalam dua kejadian yang berbeda, yakni pada 20 dan 23 Agustus 2026 di Terminal Keberangkatan Bandara Mopah, Merauke, saat Aviation Security (Avsec) bandara menemukan telur dalam pemeriksaan barang bawaan penumpang.

Baca juga: Pinang Jambi Bergeliat, Tren Ekspor Terus Meningkat

Pada saat kejadian pertama, pemeriksaan X-Ray tanggal 20 Agustus mendeteksi adanya barang yang mencurigakan. Pemeriksaan bersama Karantina, Avsec, dan Satgas kemudian menemukan 38 butir telur yang dikemas menggunakan kapas dan tisu.

Lalu tiga hari kemudian, petugas kembali menemukan 77 butir telur dalam dua kotak dengan modus pengemasan serupa. Dari hasil pemeriksaan dan keterangan penumpang, telur-telur tersebut akan dibawa ke Surabaya dan diserahkan kepada pihak lain.

Selanjutnya, barang-barang bawaan tersebut akan ditahan oleh petugas BKHIT Papua Selatan untuk penanganan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan.

Menurut Kepala BKHIT Papua Selatan, Irsan Nuhantoro, pengawasan terhadap lalu lintas satwa dan produk turunannya akan terus diperkuat, khususnya di pintu keluar Papua Selatan.

“Karantina bukan hanya menjaga dari risiko hama dan penyakit, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kekayaan biodiversity Papua Selatan agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Irsan di Merauke, Kamis, (27/8).

Tindakan pengawasan dinilai sebagai bagian dari pelaksanaan tugas perkarantinaan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

Pengawasan lalu lintas komoditas hayati, termasuk satwa dan produk turunannya, diperlukan untuk mencegah risiko penyebaran hama dan penyakit sekaligus mendukung perlindungan sumber daya alam hayati.

Irsan melanjutkan bahwa keberhasilan dalam menggagalkan pengiriman telur tersebut juga tidak terlepas dari kolaborasi antara petugas Karantina dan Avsec Bandara Mopah dalam mendeteksi barang bawaan yang mencurigakan.

"Kolaborasi lintas instansi, menjadi bagian penting dalam mempersempit ruang pengeluaran satwa liar maupun bagian dan produk turunannya dari Papua Selatan yang tidak sesuai dengan ketentuan" imbuhnya.

Related News