• 26 August 2026

Ikan Genghis Khan, Hiu Predator Air Tawar

uploads/news/2026/08/ikan-genghis-khan-hiu-406900dc7383905.jpg

Jagad Tani - Dari banyaknya jenis ikan hias yang bisa dipelihara oleh para penghobi ikan, ada satu jenis ikan yang menyerupai ikan hiu mulai dari bentuk sampai cara berenangnya, namun hidupnya justru bukan di laut, tapi di air tawar, namanya ikan Genghis Khan.

Menurut Giri, salah seorang pedagang ikan hias sekaligus pemilik dari GISC Aquarium, di kawasan Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan, ikan Genghis Khan ini biasanya disebut juga sebagai ikan hiu air tawar. 

Baca juga: Dikepung Karhutla, Bagaimana Nasib Orangutan Kalimantan

"Bentuknya mirip kayak patin, cuman semakin besar kalau pemeliharaan bagus, airnya tinggi (volume air dan kedalaman air), itu fin atas (sirip punggung) sama dayungnya (sirip dada) panjang, (bakalan) jadi, makanya (bentuknya) menyerupai hiu," ujar Giri kepada Jagad Tani.

Memiliki nama latin Pangasius sanitwongsei dan mempunyai nama lain Paroon Shark, ikan ini dikenal sebagai salah satu spesies ikan predator yang memakan berbagai jenis ikan berukuran lebih kecil dari ukuran tubuhnya jika diletakkan ke dalam akuarium.

Selain memakan sesama ikan, mulai dari ikan hingga ikan salmon. Genghis khan juga termasuk ikan pemakan segala (omnivora) termasuk jangkrik, ulat, cacing, hingga jenis-jenis krustasea seperti udang, yang ukuran makanannya disesuaikan dengan ukuran mulutnya.

Termasuk juga memakan pelet ikan. Bahkan di habibat aslinya yang ada di alam liar, ikan yang diambil dari nama Kaisar Mongol ini juga memakan bangkai, dan cenderung mengandalkan kumis sensitif serta indera penciumannya saat mencari mangsa.

Mengutip buku berjudul Conservation of Freshwater Fishes yang disusun oleh Gerry Closs, ‎Martin Krkosek, ‎Julian D. Olden (2016: 378), Pangasius sanitwongsei merupakan ikan predator yang panjangnya bisa mencapai 3 meter dengan berat hingga 300 kg.

Dalam aquarium pun, tidak semua tank mates (ikan yang dijadikan teman dalam satu aquarium) bisa cocok dengan ikan yang satu ini. Adapun spesies yang barangkali cocok seperti ikan silver arwana, ikan bala shark, ikan redtail catfish hingga ikan plecostomus.

Di luar dari itu semua, sebetulnya ikan berwarna abu-abu ini merupakan ikan endemik yang hidup di aliran sungai Mekong dan Chao Phraya, yakni sungai yang melintasi beberapa negara seperti China, Kamboja, Thailand, Vietnam, dan Laos.

"Aslinya dia hidup di (perairan) air tawar (dan ikan Genghis Khan) itu masih (didatangkan dari luar negeri, dan termasuk jenis ikan) impor," jelas Giri.

Akan tetapi di balik kegarangannya, berdasarkan laporan IUCN Red List of Threatened Species in 2007, ikan dari genus Pangasius ini sudah masuk ke dalam kategori critically endangered atau terancam kritis, karena jumlah populasi di habitat aslinya telah mengalami penurunan.

Walaupun telah terdaftar sebagai spesies yang dilindungi Kelas II oleh pemerintah provinsi Yunnan, Tiongkok, sejak tahun 1989. Tentu tanpa adanya upaya konservasi yang rapi dan perlindungan ketat di habitat aslinya, ikan ini berisiko hilang selamanya di alam liar.

Related News