• 25 August 2026

Irigasi Dibangun, Akses Air Petani Cirebon Terpenuhi

uploads/news/2026/08/irigasi-dibangun-akses-air-36979f330173dd0.jpg

Jagad Tani -  Setelah selama 20 tahun Kelompok Tani Sumber Rezeki Tani, Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menantikan adanya infrastruktur untuk irigasi perpipaan, akhirnya terwujud. 

Keberadaan saluran irigasi sepanjang 2.400 meter ini jadi solusi bagi petani yang selama puluhan tahun menghadapi keterbatasan akses air. Melalui saluran irigasi ini, pasokan air ke lahan pertanian diharapkan lebih terjamin, termasuk saat kemarau.

Baca juga: Pascagempa NTT, Nelayan Nagekeo Masih Belum Melaut

Menurut M Saeproni, Ketua Kelompok Tani Sumber Rezeki Tani, hal ini sudah dinantikan selama puluhan tahun, sehingga petani tetap dapat melakukan aktivitas penananam selama musim kemarau. 

"Bantuan berupa irpom yang panjangnya 2.400 meter. Ini (sudah) kami impi-impikan dari 20 tahun yang lalu," ungkap Saeproni, sebagaimana tertera dalam keterangan tertulisnya dikutip Selasa (25/8).

Dilanjutkan bahwa, pembangunan irigasi tersebut menjadi momentum penting bagi petani karena persoalan air selama ini menjadi salah satu kendala utama dalam menjalankan usaha tani.

Bantuan irigasi bagi petani Cirebon tersebut merupakan bagian dari langkah untuk mempercepat pembangunan dan penguatan infrastruktur air untuk menjaga lahan pertanian tetap produktif, terutama menghadapi musim kemarau dan ancaman kekeringan.

Pada tahun 2026, dalam laporan Kementerian Pertanian (Kementan) setidaknya sudah ditargetkan pembangunan sebanyak 89.600 unit kegiatan, yang diproyeksikan untuk mendukung pengairan sekitar 2,1 juta hektare lahan pertanian.

Program itu meliputi Irigasi Perpompaan (Irpom) sebanyak 17.400 unit dan Irigasi Perpipaan (Irpip) sebanyak 3.500 unit. Penguatan sumber air juga dilakukan melalui program pompanisasi sebanyak 56.000 unit dan ditargetkan mampu melayani sekitar 1,1 juta hektare lahan pertanian.

Sebelumnya, Andi Amran Sulaiman, selalu Menteri Pertanian (Mentan) menegaskan bahwa air merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian, sehingga petani tidak kehilangan kesempatan tanam hanya karena persoalan ketersediaan air.

"Kita tidak boleh membiarkan petani kehilangan musim tanam karena kekurangan air. Karena itu pemerintah memperkuat irigasi, pompanisasi, embung, hingga rehabilitasi jaringan irigasi agar air sampai ke lahan pertanian," jelas Amran.

Selain itu, penguatan infrastruktur air juga dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga produksi pangan nasional, terutama di tengah kondisi yang dihadapkan pada tantangan perubahan iklim.

"Air adalah faktor penentu produksi. Karena itu, pompanisasi menjadi solusi cepat untuk memastikan sawah tetap mendapat pasokan air sehingga petani bisa terus tanam dan meningkatkan indeks pertanaman," imbuhnya. 

Related News