• 24 August 2026

Waduk Ini Ditebar 15000 Benih Ikan Tawes-Nilem

uploads/news/2026/08/waduk-ini-ditebar-15000-73154c1d1385a7a.jpg

Jagad Tani - Waduk Lalung dan Waduk Jlantah, Kabupaten Karanganyar, menjadi lokasi penebaran ikan nilem dan tawes sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem perairan serta mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Totalnya ada sebanyak 15.000 benih ikan yang ditebar, dan masing-masing waduk ditebar sebanyak 7.500 benih ikan pada, Jumat (21/8) lalu, dan diharapkan dapat berkembang dan mendukung keberlangsungan ekosistem perairan.

 

Baca juga: Taman Nasional Way Kambas Kebakaran, Gajah Aman

Untuk penebaran benih di Waduk Lalung dilakukan secara simbolis oleh Bupati Karanganyar, Rober Christanto. Sedangkan di Waduk Jlantah, kegiatan dilaksanakan oleh Camat Jatiyoso dan kepala desa se-Kecamatan Jatiyoso.

Rober mengatakan, penebaran benih ikan merupakan bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

“Kita ingin ada kegiatan yang memberikan manfaat nyata, salah satunya dengan menjaga ekosistem perairan dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” ungkapnya.

Keberadaan populasi ikan yang terjaga di waduk, dinilai dapat mendukung keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan turut menjaga kelestarian waduk dan tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak lingkungan perairan.

“Ini harus kita jaga bersama. Kalau ekosistemnya baik, manfaatnya juga akan kembali kepada masyarakat,” imbuh Rober Christanto, pada kegiatan yang juga dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia dan HUT ke-81 Provinsi Jawa Tengah.

Selain itu, kegiatan penebaran ini juga diisi dengan pembinaan Petugas Inseminasi Buatan (IB) yang diselenggarakan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Dispertan PP) Kabupaten Karanganyar di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Karanganyar.

Menurut Rober, Petugas IB tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus mampu memberikan pelayanan yang humanis, komunikatif, serta menjadi pendamping bagi para peternak.

“Petugas tidak hanya bekerja secara teknis, tetapi juga harus bisa memberikan semangat dan pendampingan kepada para peternak. Peternak harus merasa dilayani dan dibantu,” sambungnya.

Tentunya perawatan, perhatian, dan pengelolaan ternak yang tepat, diharapkan, menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan reproduksi dan peningkatan produktivitas peternakan.

Sementara itu, Feriana Dwi Kurniawati selaku Kepala Dispertan PP Kabupaten Karanganyar, menyampaikan, pembinaan Petugas IB juga dirangkai dengan kegiatan teknis, antara lain pengisian ulang straw semen beku dan nitrogen cair (N?).

"Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas petugas sekaligus memastikan pelayanan inseminasi buatan kepada peternak dapat berjalan secara optimal," ungkapnya.

Hal ini juga dimaksudkan agar penguatan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan bisa diwujudkan melalui kegiatan yang diarahkan pada pelestarian lingkungan, penguatan ketahanan pangan, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Related News