Bisa Dimanfaatkan, Penutup Cangkang Kerang Bernilai Ekonomi
Jagad Tani - Penutup cangkang siput laut (operculum Hemifusus tuba) yang selama ini hanya dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi di pasar Internasional.
Bahkan sebanyak 20 kilogram penutup cangkang siput laut milik PT. A, yakni UMKM lokal asal Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur, meluncur ke pasar Arab Saudi, untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku dupa dan produk hiasan.
Baca juga: Produktivitas Tebu Digenjot, 2027 Ditargetkan Swasembada Gula
Menurut Rahman Samad, Pejabat Karantina di Satuan Pelayanan Abdurachman Saleh Malang, pemeriksaan fisik dilakukan secara rinci untuk memastikan komoditas dalam kondisi layak dan memenuhi persyaratan negara tujuan.
"Kami telah melakukan pemeriksaan fisik secara rinci untuk memastikan produk ini bersih, kering sempurna, dan bebas dari sisa jaringan atau kontaminan. Seluruh standar sanitasi dan persyaratan teknis dari negara tujuan telah dipenuhi dengan baik," ujar Rahman dalam keterangannya, dikutip (24/8).
Pemeriksaan fisik dan dokumen, berfungsi untuk memastikan komoditas yang akan dilalulintaskan memenuhi persyaratan karantina sekaligus ketentuan yang ditetapkan negara tujuan.
Hal tersebut disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Proses tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum produk lokal dapat bersaing di pasar global.
Sementara itu, Hudiansyah selaku Plt Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur mengatakan, ekspor operculum Hemifusus tuba menunjukkan bahwa komoditas dari daerah memiliki peluang untuk menembus pasar internasional.
"Kami terus berkomitmen mendampingi para pelaku usaha daerah agar produknya memenuhi standar karantina. Ekspor operculum ini membuktikan bahwa potensi lokal dari Kecamatan Wagir memiliki daya saing tinggi," jelas Hudiansyah.
Fungsi pengawasan terhadap komoditas yang dilalulintaskan, dinilai memiliki peranan dalam memfasilitasi pelaku usaha agar produk mereka dapat memenuhi persyaratan ekspor.
Sehingga Badan Karantina tidak hanya menjalankan fungsi biosecurity di perbatasan, tetapi juga mendorong peningkatan mutu, ketertelusuran produk, pemenuhan standar negara tujuan, hingga hilirisasi komoditas sebelum diekspor.
"Karantina siap menjadi fasilitator dan jembatan bagi UMKM untuk mendunia," tukas Hudiansyah.

